Asahan Darurat Gemot, Ketua Ansor: Kapolres Angkat Kaki!

- Editorial Team

Jumat, 3 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ali Sofian Hasibuan (kiri) didampingi rekannya M Syafii Sitorus saat bertemu

Keterangan foto : Ali Sofian Hasibuan (kiri) didampingi rekannya M Syafii Sitorus saat bertemu

Asahan, TRIBRATA TV

Kejahatan jalanan yang didominasi Gemot (Genk Motor, red) di Kabupaten Asahan akhir-akhir ini semakin sering terjadi.

Dalam melakukan aksinya, selain merampas sepeda motor milik korban, anggota Gemot yang didominasi anak di bawah umur itu tidak segan-segan melukai korbannya.

Parahnya, meski sudah berulang kali terjadi dan memakan korban, pihak Polres Asahan seperti tidak ada keseriusan dalam menanganinya.

Bahkan salah seorang korban mengaku terpaksa tidak jadi melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak Polres Asahan, dikarenakan tidak memiliki kelengkapan surat surat sepeda motor.

Terbaru, salah seorang korban, Ariful Hadi (25) warga Kota Kisaran mengalami luka parah karena terkena sabetan celurit anggota Gemot, Rabu (01/01/2024) dini hari lalu.

Saat itu korban bersama temannya berboncengan dari Kota Tanjung Balai menuju Kisaran.

Sesampainya di lokasi, sekitar pukul 03.30 WIB di Jalinsum sekitaran Pondok Jati Kecamatan Sei Dadap, korban diberhentikan dan dianiaya sekelompok Gemot bersenjatakan celurit, panah, pedang panjang dan senjata tajam lainnya.

BACA JUGA  Viral di Medsos, Pelaku Pelemparan Truk Diringkus

Akibatnya, korban mengalami luka sabetan di tangan, kaki dan luka di perut hampir mengenai Paru Paru.

Beruntung korban dapat menyelamatkan diri usai melawan sembari menangkis menggunakan gitar yang dibawanya dan melompat melewati parit.

“(Pelaku) nekat dan sadis saya liat. Tapi pihak kepolisian dalam hal ini Polres Asahan sepertinya tidak serius menangani masalah itu. Bahkan terkesan lamban. Memang ada pelaku sempat diamankan, tapi gak lama dilepas begitu aja, alasan di bawah umur,” aku Ali Sofyan Hasibuan, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Asahan, saat bertemu, Jumat (03/01/2025) sore.

Dari kejadian-kejadian itu, Ali menilai, Polres Asahan di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Afdhal Junaidi tidak memiliki strategi ataupun rencana kerja bagaimana menumpas dan menghentikan aksi kejahatan para Gemot.

BACA JUGA  Patok Harga Puluhan Juta Untuk Sertifikat Tanah, Kades Sidomulyo Asahan Kembali Viral

“Mengungkap peredaran Narkotika yang para pelakunya sangat sulit dideteksi keberadaanya, terkenal licin dan juga kebanyakan profesional aja mereka mampu. Kenapa menghadapi para bocil anggota Genk Motor itu kok seperti kesulitan. Bingung kan?” ucapnya sembari tersenyum.

Satu lagi, sambungnya, pihak Polres Asahan terkesan hanya mengutamakan hal-hal yang tidak terlalu penting dibanding keselamatan jiwa masyarakat.

“Saya dapat info, bulan Oktober kemaren ada masyarakat yang hampir saja menjadi korban Gemot, kalau tidak salah kejadiannya di sekitaran Sei Kamah. Korban tidak jadi melapor ke Polres karena saat itu diminta menunjukan BPKB. Padahal saat itu ada rekaman CCTV kejadiannya,” ungkap Ali.

Untuk itu, dirinya berpendapat, ada baiknya Kapolres Asahan AKBP Afdhal Junaidi angkat kaki bila tidak mampu mengatasi aksi kejahatan para Gemot.

BACA JUGA  Jelang Operasi Keselamatan Toba 2021, SatLantas Polres Asahan Perbaiki Jalan

“Baru di jaman Kapolres sekarang ini, aksi Gemot merajalela. Kalau sebelum-sebelumnya setau saya tidak pernah. Begitu kejadian langsung ditumpas, gak berulang-ulang kejadiannya. Kalau ngurusi anak anak remaja yang meresahkan saja tidak mampu mending angkat kaki dari Asahan ini,” tegasnya mengakhiri.

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran, Labfor Pastikan Ledakan Grand Polonia Dipicu Akumulasi Gas
Viral Siswi Korban Kecelakaan Datangi Kantor Bank Demi Urus PIP, Ini Kata BNI
‎Gereja Ditutup Paksa Pakai Seng Lalu Jemaat Bongkar, Pendeta Malah di Laporkan ke Polisi
Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta
Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa
Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Berita Lainnya

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:52 WIB

Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran, Labfor Pastikan Ledakan Grand Polonia Dipicu Akumulasi Gas

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:14 WIB

Viral Siswi Korban Kecelakaan Datangi Kantor Bank Demi Urus PIP, Ini Kata BNI

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:34 WIB

‎Gereja Ditutup Paksa Pakai Seng Lalu Jemaat Bongkar, Pendeta Malah di Laporkan ke Polisi

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:36 WIB

Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:21 WIB

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa

Berita Terbaru