Sitaro, TRIBRATA TV
Dalam pelaksanaan Jambore GTK Hebat Indonesia Kuat 2024, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyelenggarakan seleksi nasional untuk menemukan Komunitas Belajar Inspiratif.
Lima komunitas terbaik dari berbagai daerah terpilih untuk mengikuti tahap wawancara daring. Ajang ini merupakan kesempatan penting bagi komunitas untuk mempresentasikan upaya kreatif mereka dalam memperkuat mutu pendidikan di Indonesia.
Drs. Joi Eltiano Bernadin Oroh, Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), mengucapkan selamat kepada lima Komunitas Belajar Inspiratif dari Provinsi Sulawesi Utara.
Dari hasil seleksi tersebut, dua kepala sekolah yang mewakili Kabupaten Sitaro, yakni Eka Candra Kahiking, M.Pd.Gr, dari SMP Negeri 1 Siau Timur, dan Anthonius Nicholaus Bawengen, S.Pd, dari SMP Katolik Santa Rosa, berhasil mencapai tahap seleksi tiga besar di tingkat nasional.
Eka Candra Kahiking menyampaikan partisipasi komunitasnya dilandasi oleh kegelisahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan.
“Upaya ini tidak mudah dan membutuhkan proses panjang. Namun, melalui kerja keras dan komitmen, kami akhirnya berkesempatan untuk tampil di Jambore GTK Hebat 2024,” ungkap Eka, Sabtu (2/11/2024).
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah memberikan dukungan penuh untuk semua aktivitas Komunitas Belajar di SMPN 1 Siau Timur.
Dalam kesempatan yang sama, Anthonius Nicholaus Bawengen menjelaskan SMP Katolik Santa Rosa Siau Timur mengusung inisiatif “TEA SEGAR” yang merupakan akronim dari “Tempat Strategi Menggerakkan Komunitas Belajar”. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi di antara guru-guru, memperkuat praktik pembelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang inovatif dan menyenangkan.
Anthonius menjelaskan “TEA SEGAR” dirancang untuk menggerakkan komunitas belajar melalui kerja sama antarpendidik yang memiliki visi untuk memperbaiki kualitas pendidikan.
“Dengan berkolaborasi dan terus belajar, kami berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi siswa kami,” ujarnya.
Anthonius juga menegaskan pentingnya Hari Guru Nasional (HGN) sebagai momentum untuk terus berkarya dan belajar sepanjang hayat.
Program “TEA SEGAR” diklaim telah memberikan dampak positif di SMP Katolik Santa Rosa, khususnya dalam kolaborasi antara guru dan peningkatan kompetensi mengajar. Program ini juga berdampak langsung pada kepuasan peserta didik yang menikmati suasana belajar yang lebih inovatif dan dinamis. Melalui pendekatan ini, pihak sekolah berharap dapat melahirkan generasi yang kompetitif dan kreatif.
Eka dan Anthonius sama-sama sepakat keberhasilan mereka mencapai tahap tiga besar di Jambore GTK Hebat bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan representasi dedikasi seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Sitaro. Kedepannya, mereka berharap agar metode kolaboratif ini dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di kabupaten mereka dan menjadi inspirasi di tingkat nasional.
Budiarto U. Mukau, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sitaro, juga menyatakan kebanggaannya atas pencapaian kedua kepala sekolah tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti dari kerja keras dan dedikasi para pendidik di Sitaro dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi generasi muda.
“Kita patut bersyukur bahwa upaya mereka telah mengharumkan nama daerah kita di tingkat nasional,” ucap Budiarto dengan penuh antusias.
Lebih jauh lagi, Budiarto berharap agar pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Sulawesi Utara untuk semakin giat dalam membentuk komunitas belajar. Ia juga berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh kepada inisiatif-inisiatif pendidikan seperti ini.
Pada Jambore GTK Hebat 2024 mendatang, perwakilan dari Sulawesi Utara akan bersaing untuk meraih penghargaan tertinggi sebagai Komunitas Belajar Inspiratif di Indonesia. Keikutsertaan SMP Negeri 1 Siau Timur dan SMP Katolik Santa Rosa Siau Timur dalam ajang bergengsi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lahirnya inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran.
Jambore ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga sebagai ajang berbagi pengalaman dan gagasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Sehingga, program ini diharapkan akan memperkuat ekosistem pendidikan dan membawa dampak jangka panjang yang signifikan bagi kualitas SDM di Indonesia.
Seluruh warga Kabupaten Sitaro, terutama para pendidik, menyambut dengan penuh harap atas kesuksesan ini. Harapannya, pencapaian ini dapat menjadi teladan bagi generasi muda dan mendorong semangat belajar yang tinggi di kalangan pelajar dan pendidik.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









