Sitaro, TRIBRATA TV
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali menunjukkan keseriusannya untuk tampil di kancah nasional melalui keikutsertaan dalam Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025. Dalam rapat kerja yang digelar di Monumen Taman Pala, Sekretaris Daerah Drs. Denny D. Kondoj, M.Si, mewakili Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, memimpin langsung pembahasan teknis pelaksanaan kegiatan bergengsi tersebut.
Rapat tersebut turut dihadiri para Asisten Sekda dan jajaran terkait, membahas secara rinci tidak hanya keikutsertaan dalam TIFF, namun juga langkah strategis menyambut Sulut Expo pada September mendatang. “Yang pasti, kita akan berupaya hadir maksimal. Untuk TIFF, pimpinan daerah direncanakan hadir saat puncak acara 9 Agustus nanti, namun kita tetap realistis menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” ujar Kondoj, Rabu (30/7/2025).
Menariknya, pembahasan tidak hanya berhenti pada defile bunga yang identik dengan TIFF. Pemerintah Sitaro justru menyoroti pentingnya momentum Sulut Expo sebagai panggung untuk menampilkan kekuatan daerah. “TIFF memang event internasional, tetapi Sulut Expo adalah kesempatan besar kita memperkenalkan Sitaro lebih dalam, khususnya di bidang IKM, UMKM, hingga sektor perikanan dan pariwisata,” jelas Sekda.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata ditunjuk sebagai motor utama penataan stan pameran. Penekanan pun diberikan pada keautentikan dekorasi dan konten materi yang akan dibawa ke ajang tersebut. Lokasi yang disiapkan kemungkinan akan bertempat di Tongkaina, yang dipandang representatif dan strategis untuk menjangkau pengunjung.
“Produk unggulan seperti pala dan salak Sitaro wajib tampil. Demikian juga potensi wisata dan hasil laut kita yang kaya. Ini bukan sekadar pameran, tapi bagaimana kita menjual citra daerah,” tambah Sekda, memberi sinyal bahwa Sitaro tidak ingin hanya menjadi peserta, tetapi pemain yang diperhitungkan.
Melalui keikutsertaan di dua event besar itu, Pemkab Sitaro ingin membuktikan bahwa daerah kepulauan ini tidak tertinggal dalam kreativitas dan daya saing. Keterlibatan lintas sektor, dari perikanan, koperasi, hingga kebudayaan, menjadi kunci sinergi yang coba dibangun untuk mendongkrak identitas daerah di tingkat provinsi bahkan nasional.
Meskipun masih dalam tahap pematangan, antusiasme OPD terlihat dari komitmen mereka untuk memberikan yang terbaik. Beberapa pihak bahkan sudah melakukan penjajakan vendor dekorasi dan menyiapkan narasi promosi berbasis kearifan lokal. “Kita harus menampilkan sesuatu yang berkarakter dan tidak generik,” ucap salah satu asisten Sekda.
Dengan spirit baru dan gaya kepemimpinan yang lebih terbuka terhadap kolaborasi, Pemkab Sitaro optimistis dapat menjadikan TIFF dan Sulut Expo sebagai ajang pembuktian bahwa Sitaro bukan sekadar ‘daerah pinggiran’, tapi bagian dari wajah Sulawesi Utara yang kaya potensi dan layak diperhitungkan. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









