Sitaro, TRIBRATA TV
Dalam semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang ke-18, Dinas Pendidikan Sitaro menyelenggarakan Festival Budaya dan Olahraga yang sarat makna dan semangat kolaboratif, Jumat (2/5/2025). Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa pendidikan dapat dikembangkan tidak hanya melalui ruang kelas, tetapi juga lewat pentas budaya dan arena olahraga.
Festival ini mengusung dua tema besar yang saling menguatkan. Pertama, tema umum “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” menggambarkan komitmen seluruh elemen masyarakat terhadap kualitas pendidikan. Kedua, tema khusus yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Joice P. G. Bolung, S.Pd, yaitu “AI dan Pendidikan: Melestarikan Agensi Manusia dalam Otomatisasi,” menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah kemajuan teknologi.
Rangkaian kegiatan festival diikuti oleh peserta dari jenjang KB/TK, SD hingga SMP se-Kabupaten Sitaro. Mereka berpartisipasi dalam berbagai lomba seni dan olahraga seperti Masamper, Mamoto Tamo, Ampa Wayer, menyanyi solo, hingga futsal. Dalam seminggu pelaksanaan, kegembiraan dan semangat kompetisi terpancar dari para siswa yang terlibat aktif.
Kepala Dinas Pendidikan, Budiarto U. Mukau, S.E., menekankan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pengalaman berkompetisi. “Festival ini bukan hanya soal menang dan kalah, tapi tentang mengasah kreativitas, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan toleransi dalam keberagaman,” ungkapnya.
Tidak hanya sebagai sarana hiburan dan pembinaan bakat, festival ini juga menjadi wadah ekspresi budaya lokal. Tradisi seperti Masamper dan Mamoto Tamo mengingatkan generasi muda pada akar budayanya. “Padahal u dunia dang kalawau dalohone mukarakai tamtiri ko maghesi gunang,” ujar seorang peserta, mengutip pepatah lokal yang berarti ‘dunia terus berubah, namun kita tetap harus menjaga kekuatan dari dalam.’
Menariknya, penyelenggaraan festival ini juga menyinggung peran teknologi dalam pendidikan. Dengan tema AI dan agensi manusia, para peserta dan pengelola diajak merenungkan bagaimana teknologi harus menjadi alat bantu, bukan menggantikan peran manusia. Ini menjadi wacana penting di era digital yang terus berkembang.
Dana penyelenggaraan festival berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025, yang menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap pembangunan pendidikan berbasis budaya dan karakter. Juri dan moderator pun dipilih dari kalangan profesional dan akademisi untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian.
Festival Budaya dan Olahraga Sitaro 2025 telah membuktikan bahwa pendidikan bisa dijalankan secara menyenangkan dan membumi. Dengan kolaborasi antara seni, olahraga, dan teknologi, harapan untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter semakin nyata. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








