Sitaro, TRIBRATA TV
Di tengah gelombang digitalisasi yang merambah seluruh aspek pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menunjukkan langkah progresif melalui peluncuran Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Iuran Pemda menggunakan aplikasi ARIP. Tidak hanya sebagai agenda pelatihan, Bimtek ini menjadi panggung penegasan bahwa integritas keuangan daerah adalah fondasi utama pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, S.K.M menegaskan bahwa pelaporan iuran Pemda kini bukan lagi sekadar rutinitas administratif, melainkan amanah moral yang harus ditunaikan dengan akurat dan transparan.
“Kita tidak bisa lagi bersembunyi di balik sistem lama. Aplikasi ARIP adalah bagian dari revolusi budaya kerja kita,” ujar Bupati dengan tegas di hadapan para bendahara dan pejabat terkait, Senin (16/6/2025), di Media Center Kabupaten Sitaro.

Menariknya, kehadiran Wakil Bupati Heronimus Makainas, S.E., M.M memberi warna tersendiri pada agenda ini. Ia menyampaikan bahwa teknologi seperti ARIP bukan hanya untuk mempercepat pelaporan, tetapi juga untuk menanamkan etika baru dalam tata kelola. “Jika data keuangan adalah wajah pemerintah, maka ARIP adalah cermin tempat kita bercermin—apakah kita jujur, cepat, dan bertanggung jawab?” katanya dalam sesi dialog.
Narasumber utama, Ni Luh Dewi S. Indriyani dari BPJS Kesehatan Sitaro, memaparkan bahwa aplikasi ARIP memiliki fungsi vital dalam merekonsiliasi data iuran yang selama ini kerap terlambat atau tidak sinkron. Ia menyebut bahwa melalui sistem ini, hak-hak masyarakat dalam pelayanan jaminan kesehatan menjadi lebih terlindungi. “Satu klik keterlambatan, bisa berdampak pada ribuan hak peserta,” jelasnya lugas.
Para bendahara dari seluruh perangkat daerah tampak antusias. Beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan teknis dan simulasi langsung di depan peserta lainnya. Atmosfer partisipatif ini menunjukkan bahwa transformasi digital yang dibawa tidak bertepuk sebelah tangan, melainkan mendapat sambutan serius dari garda terdepan pengelola anggaran.

Kepala DPKPD Sitaro, Rolly Korengkeng, turut memberi catatan penting. Ia menyampaikan bahwa ke depan, Pemda tidak akan mentolerir keterlambatan pelaporan dengan alasan klasik. “Dengan ARIP, semuanya tercatat dan terekam. Tidak ada lagi ruang untuk kelalaian,” ujarnya, sekaligus mengisyaratkan adanya mekanisme evaluasi rutin.
Tak hanya BPJS dan DPKPD, kehadiran pejabat dari bagian perencanaan keuangan hingga pemeriksaan memperkuat sinergi lintas unit kerja. Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya urusan satu instansi, tetapi tanggung jawab kolektif yang harus ditanggung bersama.
Bupati Chyntia menutup kegiatan ini dengan harapan kuat agar pengetahuan dari bimtek tidak tinggal di ruang pelatihan. “Tolong jadikan ilmu ini praktik harian. Jangan hanya hafal prosedur, tapi hayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ucapnya sembari membuka secara resmi kegiatan bimtek yang dirancang berlangsung selama dua hari.
Transformasi digital di Sitaro nyatanya tidak hanya membicarakan aplikasi, tetapi menyentuh lapisan terdalam dari komitmen pelayanan. Di balik layar-layar komputer, tersembunyi semangat baru: bahwa kejujuran dan kecermatan dalam keuangan adalah bentuk pelayanan paling nyata untuk rakyat. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









