RRI Gunungsitoli Gelar Dialog dengan Pemkab Nias Terkait IKN

- Editorial Team

Selasa, 1 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias, TRIBRATA TV

Bupati Nias Yaatulo Gulo, Wakil Ketua DPRD Sabayuti Gulo, Pj. Rektor UNIAS Eliyunus Waruwu dan Kepala RRI Yohanes Eko Priyanto., menjadi narasumber pada dialog RRI Gunungsitoli, Selasa (1/3/2022).

Dialog dalam studio itu mengambil topik Dukungan Daerah Terhadap Ibu Kota Negara (IKN) Baru di Gedung Drs. Faudizisokhi Telaumbanua (RRI) Jalan Desa Iraonogeba, Kota Gunungsitoli.

Dalam materi dialog tersebut disampaikan banyak pro dan kontra terhadap keputusan Presiden RI Ir. Joko Widodo tentang pemindahan Ibu Kota Negara di kawasan Kalimantan Timur sesuai UU IKN No 3 Tahun 2022.

Bupati Nias menyampaikan pemindahan tersebut bukanlah hal baru untuk kita ketahui bersama. Dari tahun 2017 Presiden telah menugaskan Menteri BAPPENAS untuk mengkaji 3 kemungkinan tempat ibu kota yang baru antara lain, Kaltim, Kalsel, dan Kalteng. Sehingga pada tahun 2019 diputuskan untuk ditempatkan di Kalimantan Timur.

“Kita tetap mendukung hal tersebut karena dilihat secara geografis, Pulau Kalimantan berada ditengah-tengah wilayah Indonesia dan tentunya akan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di masa yang akan datang, menunjukkan kemajemukan Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika, serta mempermudah birokrasi pemerintah,” kata Bupati.

BACA JUGA  Kades Tetehosi, Nias Barat Bantah Selewengkan Dana Desa

Menurutnya pemindahan IKN tersebut memberikan pengaruh yang positif karena bisa memicu semangat baru bagi Pemerintah Daerah Nias khususnya, misalnya orientasi dalam menata sebuah kota baru, mempermudah proses koordinasi dan mobilitas antar pemerintah, baik pemerintah daerah dengan pemerintah pusat maupun pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Pembentukan IKN ini juga secara otomatis mengajak pemerintah daerah untuk berbenah dan mempersiapkan diri, karena pemerintah daerah juga harus mampu memanfaatkan peluang baik dari segi ekonomi maupun dari segi politik, katanya.

Dari kedua peluang tersebut masih belum dapat kita ambil dan perlu kita pahami bahwa jangan terlalu berekspetasi tinggi dengan pemindahan tersebut, semuanya butuh waktu dan butuh proses.

Disamping itu, peluang yang kita dapatkan untuk saat ini adalah peluang pelayanan, timbulnya nasionalisme bagi kita bahwa Indonesia bukan hanya satu daerah saja, dan tidak tertutup kemungkinan dari sisi politik dengan adanya pemindahan IKN ini kita harapkan dapat memunculkan sebuah wacana Pemekaran Provinsi Nias sebagai sub nasional goverment.

BACA JUGA  Gempa Mentawai Magnitude 7,3 Terasa Kuat di Nisel, Kapolres: Kondisi Nisel Aman dan Terkendali

Lanjut Bupati mengatakan harus tetap optimis dan kita juga berharap agar peluang pemekaran Provinsi Nias masih ada di masa yang akan datang. Meskipun adanya peningkatan biaya dalam mengakses IKN, kita akan berusaha untuk mengefisienkan anggaran tersebut.

“Selain itu, kita juga harus mampu berbenah diri, penataan yang efektif juga harus dilakukan dengan baik agar memberikan dampak positif bagi pemerintah Kabupaten Nias serta dapat berpengaruh dalam mewujudkan pelayanan yang baik bagi masyarakat Kabupaten Nias,”sebut Bupati.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias Sabayuti Gulo mengatakan, dari aspek ekonomi kita harus mempersiapkan SDM yang berkualitas dan berdayasaing.

Sedangkan dari aspek politik memang kita tidak bisa secara langsung mengalami dampaknya. Namun, untuk menjangkau IKN kita pasti mengalami pertambahan biaya atau anggaran tetapi mengingat ini adalah keputusan yang disepakati oleh negara, mau tidak mau kita sebagai pemerintah daerah tetap mendukung keputusan tersebut.

BACA JUGA  Sekda Nias Wakili Bupati Kukuhkan Panitia Natal Oikumene Tahun 2022

Menurut Pj. Rektor UNIAS Eliyunus Waruwu, disisi lain juga perlu diketahui beberapa faktor pemindahan Ibu Kota Negara disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan lingkungan.

“Kalau dilihat dari segi masalah lingkungan, hampir setiap tahun Jakarta mengalami banjir. Inilah salahsatu alasan pemerintah melakukan pemindahan. Namun hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena masih banyak faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan dan diperhatikan agar keputusan pemindahan tersebut adalah tepat dan bermanfaat”, ucap Eliyunus Waruwu. (F/Lase)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Dari Gotong Royong Hingga Tinjau Infrastruktur, Wakil Bupati Nisel Bawa Kabar Baik untuk Onolalu
Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎
Bupati Tapanuli Utara Pimpin FGD, targetkan Perencanaan Pembangunan Daerah yang Terintegrasi dan Komprehensif
Tidak Benar Isu Rutan Humbahas Dijadikan Markas Penipuan
Masyarakat Menjerit Gas 3 Kg Langka di Labura, Kabag Perekonomian Kaget: Kami Baru Tahu
Kapolres Langkat Tunjukkan Kepedulian terhadap Lansia di Secanggang, Humanisme Polri Hadir di Tengah Masyarakat
Kades Silumajang Dampingi PU Labura Ukur Jembatan Pulo Godan
Jermal Digempur Lagi, Ada Barak Narkoba Model Baru
Tag :

Berita Lainnya

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:18 WIB

Dari Gotong Royong Hingga Tinjau Infrastruktur, Wakil Bupati Nisel Bawa Kabar Baik untuk Onolalu

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:11 WIB

Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:40 WIB

Bupati Tapanuli Utara Pimpin FGD, targetkan Perencanaan Pembangunan Daerah yang Terintegrasi dan Komprehensif

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:21 WIB

Tidak Benar Isu Rutan Humbahas Dijadikan Markas Penipuan

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:28 WIB

Masyarakat Menjerit Gas 3 Kg Langka di Labura, Kabag Perekonomian Kaget: Kami Baru Tahu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!