Labuhanbatu, TRIBRATA TV
Satu lagi korban tumbangnya pohon di lokasi perkemahan Pramuka Compas 7 di Dusun Pancasila Desa N 4 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu meninggal saat dalam perawatan, Kamis (31/10/2024).
Korban M Firja (11) meninggal di RS Sri Pamela Kamis pagi. Sebelumnya saat peristiwa itu, Bebi Aprilian Simatupang (11) meninggal di lokasi setelah tertimpa pohon tumbang pada Rabu (30/10/2024) malam.
Keduanya merupakan pelajar SDN 25 Bilah Hilir. Selain itu, tiga korban lainnya yaitu Dimas (12) Rizki (12), dan Mhd Alif Alzan (11) masih dirawat di RSUD Rantauprapat.
Sementara itu, tiga korban dirawat di Rumah Sakit Sri Pamela serta sepuluh orang lainnya sudah kembali kerumah dalam rangka rawat jalan.
Akibat peristiwa ini mengakibatkan 18 korban, termasuk dua anak yang meninggal dunia.
Untuk mengetahui persis peristiwa itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Bernhard L. Malau bersama Pjs. Bupati Labuhanbatu Faisal Arif Nasution, Dandim 0209 LB Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro dan Ketua DPRD sementara Labuhanbatu Arsyad Rangkuti meninjau lokasi dan memberikan dukungan kepada para korban dan keluarga.
Rombongan mengecek langsung di area kejadian dan berdialog dengan Ketua Panitia Compas 7, Juna Sipahutar, untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai peristiwa ini.

Kapolres menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian ini. “Kami semua sangat berduka atas tragedi ini dan berharap para korban segera pulih. Ini adalah pengingat bagi kita semua agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum mengadakan kegiatan di luar ruangan, terutama yang melibatkan banyak peserta anak-anak,” ujarnya.
Rombongan Forkopimda selanjutnya mengunjungi Rumah Sakit Sri Pamela untuk menjenguk korban yang sedang dirawat di sana.
Selain memberikan bantuan moril, Forkopimda memastikan agar seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal.
Setelah dari Rumah Sakit Sri Pamela, rombongan melanjutkan kunjungan ke RSUD Rantauprapat untuk menjenguk korban lainnya yang menjalani perawatan intensif di ruang anak dan PICU.
AKBP Bernhard L. Malau menegaskan pentingnya koordinasi yang baik antara panitia dan instansi terkait dalam pelaksanaan kegiatan seperti ini.
“Kami minta kepada para panitia untuk selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sebelum melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak peserta, terutama di area terbuka. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Diketahui peristiwa ini saat turun hujan deras dan angin kencang sekitar pukul 19.15 WIB. Saat itu sebagian anak-anak Pramuka sedang berada di dalam tendanya dan menikmati makan malam.
Namun tiba-tiba sebuah pohon besar rubuh dan menimpa tenda Pramuka.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









