Sanggau, TRIBRATA TV
Kemarau panjang menyebabkan berbagai dampak negatif pada lingkungan, kesehatan, dan ekonomi. Di sektor pertanian, kekurangan air dapat menyebabkan gagal panen dan penurunan produksi pangan. Kekeringan juga dapat memicu kebakaran hutan, meningkatkan polusi udara, dan mengganggu kesehatan pernapasan.
Kemarau juga berdampak terhadap lingkungan berupa kekeringan, kekurangan pasokan air bersih, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun irigasi pertanian. Kekeringan ini menyebabkan pasokan air bersih konsumen PDAM juga berkurang.
Karenanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau terpaksa mengunakan air Sungai Sekayam untuk mandi, mencuci dan ada juga untuk memasak.
“Meskipun kondisi air sungainya semakin surut dan kualitasnya memprihatinkan tapi warga tidak perduli yang penting mandi,” kata seorang warga.
Untuk mengetahui sejauh mana dampak kemarau saat ini terhadap kesehatan masyarakat, Kamis (31/7/2025) TRIBRATA TV mewawancarai Kepala Pukesmas Entikong, Gatot Subrata. “Sampai saat ini belum ada pasien yang dirawat inap di Pukesmas Entikong dan yang ada hanya rawat jalan yang terkena penyakit ISPA, gangguan pernafasan,” katanya.
“Untuk yang dirawat akibat pengaruh asap untuk saat ini belum ada, tetapi berjalan dalam tiga Minggu ini ada sedikit pelonjakan kunjungan pasien rawat jalan terutama diagnosa ISPA (Inspeksi Saluran Pernafasan Akut) untuk yang lain masih berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Kapus Entikong menghimbau kepada warga waspada karena di musim kemarau ini tidak menutup kemungkinan akan peningkatan kasus-kasus penyakit terkait dengan lingkungan seperti penyakit ISPA, Diare, iritasi kulit atau iritasi mata, penyakit yang sering kali terjadi pada musim kemarau.
“Untuk itu kita menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dengan sabun baik sehabis kegiatan, sebelum makan maupun setelah buang air besar, konsumsi buah dan sayuran yang lebih banyak, minum air putih 7/8 gelas sehari, tetap melaksanakan kegiatan fisik tetap berolahraga tetapi sesuai kemampuan jangan dipaksakan, apabila terindikasi terkena penyakit ISPA atau yang lain silahkan mengunakan masker untuk kegiatan di luar rumah,” papar Gatot Subrata menutup penyampaian. (Syamsumen)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









