Presiden Prabowo Dijadwalkan Desember Kunjungi Gayo Lues

- Editorial Team

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, TRIBRATA TV

Suasana hening perbukitan Gayo Lues tampaknya akan berubah riuh dalam beberapa bulan mendatang. Kabupaten yang selama ini dikenal dengan sebutan Negeri Seribu Bukit bakal mencatat sejarah baru: untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, seorang Presiden Republik Indonesia akan menginjakkan kaki di wilayah yang letaknya di jantung pegunungan Aceh itu.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir pada awal Desember 2025.

Kabar tersebut disampaikan Bupati Gayo Lues, Suhaidi usai mengikuti rapat virtual bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gayo Lues, Selasa (30/9/2025). Rapat itu membahas teknis persiapan menyambut kunjungan Kepala BNN RI yang akan lebih dulu datang meninjau agenda Presiden.

“BNN RI akan hadir ke Gayo Lues pada 7–8 Oktober untuk memaparkan agenda Presiden, kemudian kembali pada pertengahan November untuk memastikan kesiapan di lapangan,” kata Suhaidi. “Kita patut bersyukur, ini akan menjadi catatan sejarah baru. Untuk pertama kalinya seorang Presiden RI datang langsung ke Gayo Lues.”

Rangkaian agenda kunjungan Presiden dirancang sarat makna: dari pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, hingga penegasan identitas daerah sebagai pusat kopi dunia.

Sedikitnya delapan agenda telah dipersiapkan pemerintah daerah bersama kementerian terkait, pameran pembangunan GDAD sekaligus pencanangan Gayo Lues menuju kota agrowisata kopi.

Lalu Launching MBG, KMP/Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, penanaman perdana kopi Gayo dalam kolaborasi Geretek & GDAD mendukung program strategis Kementerian Pertanian RI, pelepasan ekspor kopi Gayo Lues bersama Koperasi Gayo Lues Bersinar dan PT Ujang Jaya Internasional.

BACA JUGA  Pj. Walikota Lhokseumawe Sambut dan Dampingi Kunker Menteri PMK di Aceh

Juga pagelaran Tari Saman dengan 15.015 penari untuk memecahkan rekor MURI—sekaligus menegaskan warisan budaya tak benda UNESCO, launching titik pendakian Taman Nasional Gunung Leuser, pacuan kuda tradisional bersama empat kabupaten wilayah tengah Aceh dan peresmian pabrik kopi dan Grand House (penjemuran kopi) Koperasi Gayo Lues Bersinar.

Agenda tersebut, menurut Suhaidi, dirancang bukan sekadar seremoni. Pemerintah daerah ingin memastikan kunjungan Presiden membawa dampak nyata, terutama bagi pengembangan agrowisata kopi dan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat.

Kunjungan Presiden ke Gayo Lues sarat simbol politik dan pembangunan. Kabupaten kecil di perbatasan Aceh ini kerap terlupakan dari sorotan pusat. Akses jalan yang terjal dan terbatasnya infrastruktur membuat wilayah ini tertinggal dibanding kabupaten lain di Aceh.

Namun, Gayo Lues memiliki modal besar: kopi arabika yang telah menembus pasar dunia, Tari Saman yang diakui UNESCO, serta bentang alam Leuser yang kaya biodiversitas. Kunjungan Presiden diharapkan menjadi pintu masuk bagi investasi baru, perhatian pemerintah pusat, dan pengakuan nasional terhadap potensi daerah.

“Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi sejarah baru yang akan dikenang sepanjang masa. Mari kita sambut dengan penuh kebersamaan dan semangat membangun daerah,” ucap Suhaidi.

BACA JUGA  Polda Kalbar Gelar Pengamanan Kunker Menkopolhukam di Pontianak

Keterlibatan BNN RI dalam persiapan kunjungan Presiden memberi pesan tersirat. Selama ini, Gayo Lues juga dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran narkotika, terutama ganja. Pemerintah pusat tampaknya ingin menegaskan bahwa upaya pembangunan ekonomi daerah harus berjalan beriringan dengan penguatan pengawasan hukum.

Kepala BNN RI dijadwalkan mendampingi Presiden dalam sejumlah agenda, sekaligus meninjau kesiapan aparat di lapangan. Hal ini momentum untuk menunjukkan bahwa Gayo Lues bukan hanya dikenal karena ganja, tapi juga sebagai sentra kopi dunia dan penjaga budaya Tari Saman.

Agenda paling mencolok dari kunjungan Presiden adalah pagelaran Tari Saman dengan 15.015 penari. Jumlah itu bukan kebetulan: 15 ribu lebih penari dipilih untuk menandai semangat kebangkitan budaya lokal sekaligus upaya memecahkan rekor MURI.

Tari Saman, yang kerap disebut the dance of thousand hands, sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Namun, pengakuan internasional belum selalu berbanding lurus dengan perhatian nasional. Melibatkan ribuan pelajar, seniman, dan masyarakat, pagelaran ini diharapkan menjadi sorotan media internasional.

Bagi masyarakat Gayo Lues, kunjungan ini membawa harapan besar. Namun, euforia tak boleh melupakan pekerjaan rumah. Infrastruktur jalan menuju Gayo Lues masih minim. Fasilitas wisata dan pertanian kopi membutuhkan pengelolaan modern. Bahkan, proyek pabrik kopi yang akan diresmikan kelak masih menyisakan tanda tanya: apakah mampu menjawab kebutuhan petani atau sekadar menjadi proyek simbolik?

BACA JUGA  Masa Kampanye: Pj Bupati Gayo Lues Tegaskan Untuk Jaga Suasana Kondusif

Media mencatat, kunjungan kepala negara kerap berakhir hanya sebagai seremonial tanpa tindak lanjut konkret. Harapan masyarakat kini tertumpu pada komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan momen ini sebagai awal perubahan.

Awal Desember nanti, Negeri Seribu Bukit akan menjadi panggung sejarah. Ribuan warga dipastikan tumpah ruah menyambut Presiden. Bagi masyarakat, kehadiran orang nomor satu di republik ini bukan sekadar kebanggaan, melainkan janji baru: bahwa daerah terpencil di wilayah tengah Aceh pun layak diperhatikan.

Seperti kata Bupati Suhaidi, “Kunjungan ini adalah momentum. Kita harus menjadikannya awal untuk membangun Gayo Lues sebagai pusat kopi, budaya, dan pariwisata dunia.” Tutup nya Suhaidi.(rauf ariga)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir
Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52
Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban
Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027
Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar
15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026
Kapolres Lhokseumawe Hadiri Pisah Sambut Dandim 0103/Aceh Utara, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:16 WIB

Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:37 WIB

Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:41 WIB

Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027

Berita Terbaru

Hukum

‎Biro Bantuan Hukum BKSG-LKI Kota Medan Resmi Terbentuk

Selasa, 21 Jul 2026 - 22:20 WIB