Tanjungpinang, TRIBRATA TV
Direktur RSUD Tanjungpinang, dr. Yunisaf MARS, mengatakan pihaknya tidak pernah menolak pasien. Yang terjadi adalah miskomunikasi antara keluarga pasien dengan petugas sehingga terkesan menolak pasien.
Hal ini dikatakannya menanggapi pemberitaan ‘RSUD Kota Tanjungpinang menolak pasien diduga tidak ada keluarga’.
“Pasien masuk dengan keluhan sesak nafas. Demam 7 hari dan batuk lebih 1 bulan serta pasien kondisi gelisah. Karena kondisi pasien yang belum stabil dan tidak memungkinkan untuk aktifitas sendiri disarankan ada pendamping dari keluarga untuk persetujuan tindakan medis, dll, “kata dr. Yunisaf, Selasa (30/7/2024).
Kata dia,tidak ada penolakan dari RSUD untuk merawat pasien. Pasien dirawat di RSUD selama 6 hari.
“Tidak ada penolakan dari RSUD untuk merawat pasien. Pasien dirawat di RSUD selama 6 hari. Ada Miskomunikasi antara pengantar dan petugas sehingga terkesan RSUD menolak pasien, ” terangnya.
Ia pun sangat berterima kasih dan berharap pelayanan di RSUD Tanjungpinang akan ditingkatkan kembali.
“Terimakasih atas masukannya untuk meningkatkan pelayanan di RSUD kota Tanjungpinang. Ke depan kami berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik. Mohon dukungan media dan masyarakat kota Tanjungpinang,” tutupnya.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








