Sleman,TRIBRATA.TV – Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 718 pendonor darah sukarela sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat. Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2026 yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya, Minggu (28/6/2026).
Penghargaan diberikan kepada pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 25 kali dan 50 kali. PMI Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan penghargaan kepada 112 pendonor dengan frekuensi donor 50 kali. Sementara itu, PMI Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 606 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 25 kali, terdiri atas 34 penerima penghargaan secara simbolis dan 572 penerima e-piagam.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, para pendonor darah sukarela telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama melalui aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Panjenengan semua adalah contoh nyata insan yang mengamalkan nilai memayu hayuning bawana, memperindah dan memperbaiki kehidupan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama,” ujar Harda.
Menurut Harda, Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendukung berbagai program kemanusiaan PMI, termasuk melalui inovasi Lada Manis (Layanan Darah di Sleman Gratis) untuk meningkatkan kemudahan pelayanan darah bagi masyarakat. Ia menilai sinergi antara pemerintah, PMI, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan mencukupi.
“Kami meyakini setiap tetes darah adalah bentuk harapan kehidupan bagi penerimanya. Dengan semangat tulung tinulung dan kepedulian sosial yang tinggi, kebutuhan darah masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik,” katanya.
Ketua PMI Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor yang secara konsisten mendonorkan darah secara sukarela. Ia berharap penghargaan itu dapat mendorong para pendonor untuk terus mendonorkan darah secara rutin sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat bergabung dalam gerakan donor darah.
Hingga Juni 2026, PMI Kabupaten Sleman mencatat sebanyak 98.163 pendonor telah terdaftar. Sepanjang 2025, produksi darah mencapai 26.426 kantong, sedangkan distribusi darah mencapai 39.210 kantong. Selisih tersebut menunjukkan kebutuhan darah di Kabupaten Sleman masih cukup tinggi sehingga diperlukan peningkatan jumlah pendonor aktif untuk menjaga ketersediaan stok darah.
“Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela secara rutin. Satu kali donor darah dapat memberikan harapan hidup bagi sesama yang membutuhkan. Gerakan donor darah yang kuat dimulai dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar kita,” ujar Mafilindati.
Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama PMI berharap donor darah dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wujud kepedulian sosial masyarakat guna menjamin ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan secara berkelanjutan.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









