Yogyakarta,TRIBRATA.TV – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,6 yang berpusat di tenggara Pacitan, Sabtu (27/6/2026) pukul 14.47 WIB, berdampak pada operasional kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Guncangan gempa menyebabkan roda KA Joglosemarkerto keluar sedikit dari jalur rel saat melintas di Perlintasan Gowok, Depok, Kabupaten Sleman.
Masinis yang mengoperasikan KA Joglosemarkerto langsung mengambil tindakan cepat dengan menghentikan laju kereta demi mengutamakan keselamatan penumpang. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Kereta juga tidak mengalami benturan dengan kendaraan lain di lokasi.
Menindaklanjuti kejadian itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta segera menerapkan Berhenti Luar Biasa (BLB) pada sejumlah perjalanan kereta. Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat memeriksa kondisi jalur rel, jembatan, serta sarana perkeretaapian setelah gempa mengguncang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
“Kami mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api. Seluruh jalur dan sarana langsung diperiksa secara menyeluruh setelah gempa terjadi sebelum perjalanan kembali dilanjutkan,” demikian disampaikan KAI.
Akibat pemeriksaan tersebut, sebanyak 15 perjalanan kereta api sempat mengalami penundaan antara 5 hingga 26 menit. Kereta yang terdampak meliputi layanan kereta jarak jauh, Commuterline Yogyakarta–Palur, hingga KA Bandara.
Berikut daftar perjalanan kereta yang sempat menjalani BLB:
KA 269B Matarmaja – 10 menit.
KA 10C Argo Wilis – 5 menit.
KA 574A Bandara Adi Soemarmo – 23 menit.
KA 16 Argo Dwipangga – 15 menit.
KA 110B Fajar Utama YK – 10 menit.
KA 167 Kertanegara – 22 menit.
KA 85B Sancaka – 13 menit.
KA 714 Commuterline Yogyakarta–Palur – 20 menit.
KA 706 Commuterline Yogyakarta–Palur – 19 menit.
KA 106B Gajahwong – 16 menit.
KA 153 Ranggajati – 13 menit.
KA 554 Bandara YIA – 11 menit.
KA 541 Bandara YIA – 12 menit.
KA 188 Joglosemarkerto – 26 menit.
KA 47 Taksaka – 21 menit.
Setelah proses inspeksi selesai, petugas memastikan seluruh jalur rel, jembatan, serta prasarana perkeretaapian dalam kondisi aman untuk dilalui. KAI kemudian kembali mengoperasikan seluruh perjalanan kereta secara normal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat adanya pemeriksaan keselamatan pascagempa. Keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama,” ujar KAI.
KAI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait operasional kereta api maupun perkembangan kondisi pascagempa. Perusahaan juga memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap prasarana perkeretaapian guna menjamin keamanan dan keselamatan perjalanan kereta di wilayah Daop 6 Yogyakarta.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









