Sitaro, TRIBRATA TV
Kunjungan kasih kembali diperlihatkan jajaran tenaga medis di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Kali ini, perhatian ditujukan kepada seorang bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) seberat 1,6 kg di Lingkungan IV Lehi, Kelurahan Akesimbeka, Kecamatan Siau Timur.
Kepala Puskesmas Ulu, dr. Michael Abraham, melalui dr. Gorby Daramu, secara langsung meninjau kondisi bayi tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan di posyandu, berat badan sang bayi kini telah meningkat menjadi 1,7 kg. Meski demikian, kondisi ini masih dalam kategori risiko dan sangat rawan terhadap stunting.
“BBLR memiliki potensi tinggi terhadap stunting. Karena itu, ini bukan hanya persoalan medis, tetapi menyangkut tanggung jawab lintas sektor,” ujar dr. Gorby dalam keterangannya, Senin (28/7/2025).
Sebagai bentuk intervensi awal, dr Gorby tidak saja membantu secara medis, namun pelayanan lewat cinta kasih secara pribadi ditunjukan lewat bantuan susu dengan harapan untuk mendukung pertambahan berat badan bayi. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengejar target pertumbuhan yang sesuai dengan standar kesehatan.
Tak hanya itu, dr. Gorby juga turut mengupayakan agar ibu dari bayi ini mendapatkan jaminan BPJS, sehingga bayi dapat dirujuk untuk mendapatkan perawatan lanjutan dari dokter spesialis anak.
Yang menarik, dr. Gorby tak hanya berbicara sebagai tenaga medis. Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pelka Remaja Jemaat Ulu, Ketua Wilayah III Pelka Remaja Resort Siau Timur, serta Ketua Bidang IV PKK Kabupaten yang membidangi kesehatan keluarga dan lingkungan.
Dalam kapasitas tersebut, ia mengangkat keprihatinan atas maraknya kehamilan usia dini. “Ibu dari bayi ini masih tergolong remaja. Artinya, ada kompetisi zat gizi antara ibu yang sedang tumbuh dan janin yang juga membutuhkan asupan untuk berkembang,” ujarnya.
Ia pun menyoroti bahwa tren kehamilan remaja di Siau mulai meningkat dan berpotensi menjadi hal yang dianggap normal. Padahal, menurutnya, kondisi ini harus dicegah secara serius oleh semua pihak, mulai dari pemerintah hingga pembina remaja di lingkup jemaat.
“Anak-anak remaja belum siap secara mental dan fisik untuk mengandung dan melahirkan. Ini akan berdampak panjang, termasuk pada peningkatan angka stunting yang menjadi beban negara,” tambahnya.
Dr. Gorby pun mengajak seluruh stakeholder untuk memperhatikan pola asuh dan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja. Ia menekankan bahwa kehamilan usia dini bukan hanya soal moral, tetapi juga menyangkut kualitas generasi bangsa di masa depan. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









