Tanjungpinang, TRIBRATA TV
Sejumlah spanduk yang menuding Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepri, Said Nursyahdu minta jatah dari bawahannya tersebar di beberapa titik Kota Tanjungpinang.
Spanduk berisi tudingan itu sengaja dipasang di kawasan Pulau Dompak, Tanjungpinang tempo yang lalu.
Spanduk itu ada yang bertuliskan “Kami selaku bawahan Dinas Perkim tidak tahan ketika rapat dilarang bawa HP karena takut direkam, karena berbicara tentang komitmen jatah kadis”.
Kemudian, spanduk lainnya berbunyi “Tunda bayar tahun lalu di Dinas Perkim, kami dimintai jatah untuk kadis, kami sudah banyak hutang bahan ditambah minta jatah untuk kadis”.
Menanggapinya Said Nursyahdu meminta kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan terpasangnya spanduk-spanduk tersebut.
“Jangan terprovokasi dengan spanduk-spanduk tersebut,”ucapnya kepada media ini, Rabu (27/7/2022).
Menurut Said, spanduk-spanduk yang terpasang di seputaran kawasan Dompak, hanya ingin membuat gaduh dan untuk mencemarkan nama baiknya.
Ia juga berharap, jangan mudah diadu domba agar kedamaian dan ketentraman di Provinsi Kepri kondusif.
Said menegaskan, ia menjabat Kepala Dinas Perkim baru berjalan empat bulan dan tidak pernah sekalipun berurusan dengan pekerjaan proyek.
“Apa lagi sampai saya meminta jatah tentunya tidak benar,”tutup Said.(m.holul)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









