Persempit Ruang Teroris, BNPT Pakai Skema Pentahelix

- Editorial Team

Senin, 28 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, TRIBRATA TV

Saat ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menerapkan skema pentahelix untuk mencegah dan menanggulangi aksi terorisme serta radikalisme.

“Konsep pentahelix menggunakan seluruh potensi dalam membentuk kekuatan nasional melawan ideologi radikalisme dan terorisme. Melibatkan lima unsur, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media,” ujar Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafly Amar yang diwakili Kasubbid Kontra Propaganda, Kolonel Pas Drs. Sujatmiko, dalam Forum Grup Diskusi DPD Mahasiswa Pancasila (MAPANCAS) Sumsel, Minggu (27/02/2022).

Menurutnya konsep ini optimistis berjalan dan berhasil. “Gagasannya sudah cukup dan sudah seharusnya,” katanya.

BACA JUGA  Pusri Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Bank Sampah

Kolonel Sujatmiko menilai konsep pentahelix memiliki banyak kelebihan, diantaranya berperan menghubungkan kelima komponen penting di masyarakat. Hal tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak kelompok radikal terorisme.

“Jadi memang bagusnya lima komponen pentahelix itu nyambung dan bisa bersinergi satu sama lain sehingga ruang gerak dari kelompok radikal terorisme akan semakin sempit,” tuturnya.

Ia mengamati saat ini pola pergerakan kelompok radikal terorisme secara masif dapat masuk ke dalam berbagai sektor vital, seperti pemerintahan maupun lembaga pendidikan.

“Mereka (teroris) ini militan, ekstrem dan totalitas selama 24 jam dalam seluruh aktivitasnya. Mereka menyusup dan berstrategi masuk ke berbagai lini, termasuk ke lembaga negara, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan sebagainya,” jelasnya.

BACA JUGA  Nama Suami Puan Maharani Disebut dalam Sidang Korupsi PDPDE Sumsel

Fakta bahwa kelompok radikal menyusup hingga ke lingkungan pendidikan, menurut dia, juga bukan hal baru dalam studi bidang terorisme. Dia mengatakan hal tersebut berkaitan dengan energi dari kelompok radikal yang besar untuk mewujudkan misi jangka panjangnya.

Meskipun berdasarkan data, jumlah kelompok radikal ini masih minoritas, namun tetap penting untuk mewaspadai kelompok tersebut.

“Meskipun mereka cuma kelompok sempalan, tapi kalau dibiarkan tentunya bisa membesar dan menjadi masalah serius dapat membahayakan keberlangsungan bangsa. Harus terus diwaspadai, jangan sampai dibiarkan,” tandasnya.(Suherman)

BACA JUGA  Kehadiran UNTARA Diharapkan Masyarakat Tapanuli Raya

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Viral WNI Disekap di Myanmar, Minta Bantuan Pemerintah Segera Bebaskan Mereka
‘Aib’ Hotman Paris Dibuka Anaknya, Gara-gara Bela Febrie Adriansyah
Temui Sri Sultan, Fahri Hamzah Sebut Tata Kota DIY Layak Jadi Inspirasi Nasional
Soal Praktek Garenti di Karimun, Menteri Imipas: ‘Yang Pungut Agen Kapal, Bukan di Wilayah Kita’
Komisi IV DPR RI Soroti Pengelolaan TNGM, Bupati Sleman Dorong Sinergi Pusat dan Daerah
Presiden Prabowo Kabarnya Minta Jampidsus Mundur
Prabowo dan Narendra Modi Disambut 1.000 Pelajar di Yogyakarta, Kenakan Busana Adat Jawa
Polda Riau Terima Penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo

Berita Lainnya

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:22 WIB

Viral WNI Disekap di Myanmar, Minta Bantuan Pemerintah Segera Bebaskan Mereka

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:31 WIB

‘Aib’ Hotman Paris Dibuka Anaknya, Gara-gara Bela Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:05 WIB

Temui Sri Sultan, Fahri Hamzah Sebut Tata Kota DIY Layak Jadi Inspirasi Nasional

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:04 WIB

Soal Praktek Garenti di Karimun, Menteri Imipas: ‘Yang Pungut Agen Kapal, Bukan di Wilayah Kita’

Sabtu, 11 Juli 2026 - 05:42 WIB

Komisi IV DPR RI Soroti Pengelolaan TNGM, Bupati Sleman Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

Berita Terbaru