Tobasa, TRIBRATA TV
Saat aksi demo damai masyarakat Desa Sigapiton Keturunan Bius Raja Na Obat Sigapiton di Kantor Bupati Toba Samosir (Tobasa), Kamis (26/9/2019) tampak beberapa oknum yang nimbrung dalam aksi tersebut.
Aksi itu meminta Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, memberikan SK Bius Raja Na OPat Sigapiton untuk tanah adat Desa Sigapiton dan menghentikan proyek pengerjaan lahan diatas Tanah Adat Bius Raja Na Obat Sigapiton.
BT, seorang warga Desa Sigapiton yang diwawancarai mengaku sebenarnya kurang setuju dengan aksi demo ini. “Kami masih kurang koordinasi. Karena tanah yang sedang dikerjakan proyek itu kan, tanah keturunan kami,” ucap BT, kepada tim TRIBRATA TV online.
Dari pantauan tampak adanya beberapa oknum yang bukan warga Desa Sigapiton terlibat dalam aksi damai tersebut. Beberapa anak-anak muda itu turut menyusup, jongkok dan membuat sikap yang tidak etis. Bahkan salahsatunya tampak mengacungkan “Jari Tengah” yang menandakan menantang. Mereka juga mengeluarkan kata tidak senonoh dan kemudian menjauh dari kerumunan massa warga Desa Sigapiton. (Berlin marpaung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









