Manado, TRIBRATA TV
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Utara.
Penghargaan ini diberikan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Diserahkan langsung oleh Ketua BPK RI Perwakilan Sulut, Bombit Agus Mulyo, kepada Bupati Chyntia Kalangit, Senin (26/05/2025), capaian ini menjadi tonggak penting pemerintahan Kalangit-Makainas.
Ini adalah kali pertama pasangan Bupati Chyntia Kalangit dan Wakil Bupati Heronimus Makainas menerima opini WTP sejak dilantik Februari lalu.
Keberhasilan ini mengundang apresiasi luas, mengingat transisi kepemimpinan baru saja berlangsung. “Ini hasil kerja keras bersama. Saya bangga atas dedikasi seluruh ASN,” ujar Kalangit usai menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP).
Meski baru beberapa bulan menjabat, duet Kalangit-Makainas dinilai mampu menjaga ritme birokrasi yang baik dan menjalin sinergi dengan perangkat daerah. Tidak hanya sebagai simbol keberhasilan administratif, raihan WTP menjadi cermin bahwa arah kepemimpinan mereka menjanjikan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan.
Namun, sejumlah pengamat kebijakan publik menilai bahwa tantangan sesungguhnya justru terletak pada upaya mempertahankan opini WTP secara konsisten. “Mendapat WTP itu penting, tapi menjaga kualitas tata kelola keuangan secara berkelanjutan jauh lebih penting,” kata Yustinus Lando, dosen pemerintahan di Manado.
Kalangan DPRD pun menyambut baik pencapaian ini. Ketua DPRD Djon Janis menilai capaian WTP sebagai indikator awal bahwa arah pembangunan dan pengelolaan anggaran berada di jalur yang tepat. “Ini bukti bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif membuahkan hasil positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski begitu, masyarakat Sitaro berharap agar WTP tak sekadar jadi pencapaian simbolik. Aktivis lokal, Maryo Kaparang, menekankan perlunya transparansi dalam penggunaan anggaran di sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. “Jangan sampai WTP jadi prestasi elitis, tapi tak terasa manfaatnya di akar rumput,” tegasnya.
Dengan capaian ini, Pemerintah Kabupaten Sitaro kini dihadapkan pada ekspektasi publik yang tinggi. Apakah opini WTP ini menjadi tradisi baru atau sekadar keberuntungan awal, waktu yang akan menjawabnya. Yang pasti, langkah awal Kalangit-Makainas sudah memberi isyarat bahwa Sitaro bisa bersaing dalam tata kelola yang profesional dan bersih. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








