Korban Banjir Nias Barat Belum Dapat Bantuan

- Editorial Team

Rabu, 25 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias Barat, TRIBRATA TV

Sejumlah korban banjir di Kecamatan Mandrehe, Moro’o, Lahomi dan Mandrehe Barat hingga saat ini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat, Rabu (25/11/2020). Padahal akibat banjir yang terjadi pada Selasa (17/11/2020) pekan lalu warga kehilangan ternak, sawah dan peralatan dapur karena terbawa arus banjir.

Banjir dengan ketinggian 14 cm hingga 1 meter ini sempat membuat warga panik mencari tempat tinggal darurat. Sementara warga juga berupaya menyelamatkan barang barang ke tempat yang aman.

Salah satu penyebab banjir akibat Sungai Lahomi dan Sungai Moro’o,  yang meluap. Diketahui, setiap musim penghujan kedua sungai ini selalu meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.

BACA JUGA  Wakil Bupati Nias Hadiri Perayaan Natal Dan Syukuran Tahun Baru 2024

Jembatan penghubung Kecamatan Mandrehe Barat dengan sejumlah desa sempat tidak bisa dilalui sehingga mengganggu aktivitas warga.

Salah satu warga Murnieli Gulo (A.Intan) mengaku banjir tiba-tiba datang sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang elektronik dan rumah tangga lainnya.

Ia memperkirakan banjir akan terus terjadi kalau hujan tidak berhenti.

Menurutnya, mereka sudah sering menjadi korban banjir akibat luapan air sungai. Namun ia menyayangkan tidak ada penanganan dan perhatian Pemkab Nias Barat untuk para korban banjir.

BACA JUGA  Sejak Dilaporkan, Tersangka Pemerkosa Anak Bawah Umur Melarikan Diri

“Kami perlu bantuan makanan,air bersih,pakaian juga obat obatan. Kami memohon pemerintah kabupaten membuka mata hati, kami ini penduduk Nias Barat, sangat butuh bantuan dan solusi terbaik saat bencana banjir ini,” tegas Murnieli Gulo.

Dari pantauan, hampir seluruh Kecamatan Mandrehe Barat mengalami banjir, seperti di Desa Lasarabagawu dan Desa Ononamolo III. Ketinggian air mencapai 120 cm hingga ke jalan raya. (Sabar)

BACA JUGA  Penggunaan DD dan ADD Desa Hilikara Nisel Sesuai Regulasi

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta
Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa
Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat

Berita Lainnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:36 WIB

Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:21 WIB

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Berita Terbaru