Merangin, TRIBRATA TV
Dalam upaya penanganan dan percepatan penurunan angka Stunting, Dinas Perikanan Kabupaten Merangin pada tahun 2022 telah melakukan dukungan kovergensi dengan berbagai kegiatan.
Diantara kegiatan kovergensi Stunting itu, adalah kegiatan GEMARIKAN (Gerakan Pemasyarakatan Makan Ikan), Gerakan Semai Ikan (Gerakan Ayo Senikan Dawis), Gerakan Budidaya Ikan didalam Ember (Budidamber), dan Pemanfaatan Lahan Eks PETI, serta Pondok Pesantren dalam pemanfaatan wadah pengembangan budidaya ikan di kolam Terpal.
Hal itu mendapat penilaian tersendiri baik dari Kabupaten Merangin maupun Provinsi dan Pusat. Sehingga angka Stunting di Kabupaten Merangin menurun dari angka 36 menjadi angka 14 persen.
Demikian juga pada tahun 2023, Dinas Perikanan Kabupaten Merangin segera melakukan beberapa hal penting dalam menunjang percepatan penurunan Stunting.
Dinas Perikanan bekerjasama dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dibawah komando Wakil Bupati Merangin Nilwan Yahya menggalakan Gemarikan yang pernah dilakukan di Kecamatan Pamenang Selatan dan Kecamatan Bangko pada tahun 2022 lalu. Juga melakukan pelatihan-pelatihan terhadap masyarkat.
Selain itu, juga melakukan gerakan Semai benih ikan melalui Dasawisma yaitu ‘Ayo senikan Dawis membudidayakan ikan dalam Ember (Budidamber)’ bersama PKK Kecamatan. Kemudian Garasi Peti (Gerakan alih fungsi pemanfaatan lahan Eks PETI) dan melakukan Gardakan Tren (Gerakan pengembangan budidaya Ikan melalui Pesantren).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Merangin, Irsadi, saat diwawancarai mengatakan Gemarikan itu dilakukan terhadap anak diusia dini di beberapa Kecamatan di Kabupaten Merangin.
“Gemarikan itu artinya memberi makan kepada anak ikan yang sudah dikelola (Masak),” ujarnya.
Sedangkan Semai benih ikan yakni Ayo Senikan Dawis, pengembangan budidaya ikan yang tidak memakan biaya tidak terlalu banyak, agar masyarakat dapat menikmati dalam waktu singkat.
“Yaitu budidayakan ikan didalam Ember (Budidamber) melalui dana desa (DD) sesuai aturan dapat digunakan sebanyak 20 persen untuk ketahanan pangan,” tambah Kadis Irsadi.
Selain itu Dinas Perikanan juga mencoba mengalih fungsikan eks lahan PETI sebagai lahan pengembangan budidaya ikan.
“Di Pangkalan Jambu beberapa desa berhasil kita lakukan (budidamber),” tandasnya.
Selain sekolah-sekolah sebagai motor penggerak generasi muda untuk menerima bantuan kita juga lakukan wadah kolam terpal di pesantren.
“Nah ini direspon pemerintah Provinsi, Pusat maupun Kabupaten untuk memberikan bantuan pembinaan untuk kolam tanah dan kolam terpal,” pungkasnya. (Fitri/ Azan Firdaus)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









