Lhokseumawe, TRIBRATA TV
Usai membuka resmi kegiatan Bazar Ramadhan di Lapangan Hirak Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya melirik beragam produksi Umkm Kota Lhokseumawe, Rabu (25/02/2026).
Pembukaan Bazar Ramadhan ditandai dengan memukul alat Music gendang Rabbana bersama Walikota Lhokseumawe Sayuti. A. Bakar dan pejabat lainnya.
Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya juga mengapresiasi upaya Walikota Lhokseumawe siap berkolaborasi untuk mendukung industri kreatif daerah.
Ia mengakui bagi daerah terdampak bencana pasti ada tantangannya dan butuh waktu untuk me-recoverynya.
Semua pihak harus berkolaborasi baik itu di lintas kementerian di pusat maupun dinas-dinas di daerah.
Disamping itu, untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat sangat dibutuhkan sinerginkolaborasi dengan seluruh pihak.
Menteri menjelaskan tugas kementerian ekonomi kreatif dengan kepala daerah ketika berkolaborasi adalah berusaha mencari loker Hero atau brand lokal untuk mendorong masuk ke pasar nasional. Kemudian dari pasar nasional mencari championnya, pemenangnya untuk dibawa ke pasar global.
“Tentunya bisa dari berbagai macam sektor baik brand fashion, brand kuliner, brand dari gamer buatan anak Indonesia atau aplikasi buatan Indonesia atau film buatan anak Indonesia atau bahkan musik dan seterusnya,” katanya.
Menurutnya negara-negara yang berkembang ekonomi kreatifnya seperti Korea Selatan, Jepang, India, Amerika, Malaysia dan vietnam.
“Untuk masuk ke pasar global dan negara yang mempunyai potensi ekonomi kreatif, ciri-cirinya adalah negara-negara yang mempunyai akar budaya kuat. Kalau akar budaya itu adalah hulunya, maka hilirnya itu akar budaya yang diberi sentuhan inovasi teknologi kreativitas,” tambahnya.
Ia mencontohkan Amerika yang menggunakan ekonomi kreatif dari sektor perfilman, juga India dengan Bollywood, kemudian ikut sektor fashionnya kulinernya dan sebagainya. Jepang juga seperti itu mulai dari animenya, fashion, kulinernya, dan music.
Terlebih lagi, tren dunia sekarang akan berputar mencari negara-negara yang akar budaya kuat.
“Bagaimana dengan kreativitas kita produk ekonomi kreativitas semakin berkembang dan bisa masuk ke pasar global, itu yang menjadi semangatnya. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini dapat yang membangkitkan tren lokal dari Lhokseumawe untuk nasional. Setelah masuk ke pasar nasional bisa masuk ke pasar regional dan global,” harapnya.
Menteri berharap bazar Ramadhan tidak berhenti sebagai kegiatan musiman tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat ekonomi masyarakat dan membuka lebih banyak lagi peluang usaha ke depan.
Pada kesempatan itu, dalam sambutannya, Walikota Lhokseumawe Sayuti. A. Bakar mengatakan pihaknya menyambut baik dukungan Menteri Ekonomi Kreatif yang membantu mendongkrak ekonomi rakyat pasca bencana
Sayuti menyebutkan berkat hasil lobi yang dilakukan salah satu putra Kota Lhokseumawe, akhirnya Menteri Ekonomi Kreatif membantu dana segar senilai Rp600 juta untuk pelaksanaan Bazar Ramadhan.
“Pak menteri bilang uang Rp600 juta yang diterima Kota Lhokseumawe adalah jumlah paling besar yang pernah diterima dibanding daerah lain di Indonesia,” paparnya. (M Zubir)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








