Sumenep, TRIBRATA TV
Balai Desa Jenangger Kecamatan Batang batang, menjadi pusat kegiatan penyuluhan dengan tema “Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Pupuk Organik Cair”, Senin 1 September 2025.
Acara ini diikuti oleh Ketua dan anggota kelompok tani Desa Jenangger, yang hadir dengan penuh antusiasme untuk menambah wawasan mengenai inovasi pertanian ramah lingkungan.
Penyuluhan dipandu langsung oleh Andi Taufan, seorang praktisi sekaligus pemerhati pertanian berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara detail mengenai cara sederhana namun efektif dalam mengolah limbah kulit pisang menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman. Dengan penyajian materi yang jelas dan praktis, peserta dapat dengan mudah memahami setiap langkah pembuatan, mulai dari proses fermentasi hingga cara pengaplikasian pupuk pada lahan pertanian.
Lebih dari sekadar penjelasan teknis, Andi Taufan juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam memandang limbah.
“Apa yang sering dianggap sebagai sampah, sesungguhnya bisa menjadi sumber daya baru jika dikelola dengan benar. Kulit pisang yang biasanya dibuang, justru memiliki kandungan kalium dan nutrisi lain yang sangat dibutuhkan oleh tanaman,” ungkapnya.
Adapun manfaat pembuatan pupuk organik cair dari kulit pisang yang disampaikan oleh Andi Taufan adalah untuk mengurangi limbah organik rumah tangga dan pertanian, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, meningkatkan kesuburan tanah karena kandungan nutrisi alami yang terkandung dalam kulit pisang.
Mendorong pertanian berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang berbiaya tinggi serta berdampak buruk bagi kualitas tanah dalam jangka panjang.
Dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui produksi dan pemasaran pupuk organik.
Kegiatan penyuluhan ini mendapat respon positif dari para petani. Mereka menyampaikan apresiasi karena ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat untuk mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga mampu memberikan alternatif solusi dalam pengelolaan limbah desa.
Salah satu peserta, Ketua kelompok tani Desa Jenangger, menyatakan kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan. “Kami berharap penyuluhan ini bisa terus dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga para petani memiliki bekal ilmu dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lapangan,” tuturnya.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Jenangger semakin sadar akan pentingnya inovasi dalam memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai guna.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata untuk mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa secara keseluruhan.
Penulis: Nadiatul Fitriyah dan Khairunnisa’
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









