Asahan, TRIBRATA TV
Kebakaran puluhan hektar lahan gambut di areal perkebunan sawit Pasar 20 Blok VII Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang hingga menimbulkan asap tebal ternyata masuk dalam kawasan hutan produksi.
Hal ini diungkapkan langsung Kepala Pengolahan Hutan (KPH) Wilayah III, Wahyudi saat dihubungi wartawan, Senin (23/9/2019) siang terkait peristiwa di atas. “Kalau diplotkan, lahan sawit yang terbakar itu masuk dalam kawasan hutan produksi. Kalau ditanya menyalahi, ya menyalahi aturan,” ucap Wahyudi.
Hanya saja, terang Wahyudi, bila mengacu pada Peraturan Menteri P.83/2019 tentang Perhutanan Sosial, bila masyarakat atau kelompok tani sudah terlanjur menggarap, harus mengajukan permohonan program Perhutanan Sosial kepada Kementrian Kehutanan RI.
“Para kelompok tani yang mengolah lahan itu sudah mengajukan permohonan jauh hari sebelumnya,” aku Wahyudi.
Disinggung penyebab kebakaran, Wahyudi menjelaskan hasil observasi pihaknya di lapangan, kebakaran kemungkinan disebabkan oleh kelalaian manusia.
Lahan Gambut ini mudah terbakar. Boleh jadi akibat puntung rokok yang dibuang tanpa dipadamkan terlebih dahulu, mengingat wilayah itu mudah terbakar terlebih saat cuaca panas saat ini.
Wahyudi mengakui, pihaknya mendapat info terkait kebakaran tersebut pada hari Rabu (18/9/2019) lalu.
“Rabu kemaren kita dapat info, dan bersama pihak terkait seperti Kepolisian, TNI dan Pemkab. Asahan sudah ke lokasi, kita padamkan. Tapi dua hari kemudian sampai sekarang ternyata api muncul lagi. Kita lagi berupaya semaksimal mungkin agar api padam,memadamkan api,” akhir Wahyudi dari seberang seluler. (Gon)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









