Tragedi di Pantai Mohong Salu: Dua Sahabat Sekolah Tewas Tenggelam, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada di Wilayah Pesisir

- Editorial Team

Minggu, 19 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sitaro, TRIBRATA TV

Suasana damai di Pantai Mohong Salu, Desa Kinali, Kecamatan Siau Barat Utara, mendadak berubah menjadi duka mendalam pada Sabtu sore, 18 Oktober 2025. Dua remaja laki-laki, Noverlando Salindeho (12) dan Leandro Adilang (14), ditemukan tak bernyawa setelah diduga tenggelam saat memancing di kawasan tersebut.

Kapolres Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, AKBP Iwan Permadi, SE, melalui Kapolsek Siau Barat AKP Ronny Mamengko, SH, tang dihubungi TRIBRATA TV membenarkan kejadian itu dan menyebut pihak kepolisian langsung melakukan identifikasi serta pemeriksaan di lokasi.

“Benar, kami telah menerima laporan adanya dua korban tenggelam di Pantai Mohong Salu, Desa Kinali, Kecamatan Siau Barat Utara. Kedua korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Kapolsek Ronny Mamengko saat dikonfirmasi.

Tragedi ini berawal sekitar pukul 08.00 WITA ketika kedua korban berpamitan kepada orang tua mereka untuk memancing di pantai tersebut. Pantai Mohong Salu memang dikenal sebagai lokasi favorit warga untuk mencari ikan kecil, namun arus laut di kawasan itu cukup kuat dan berbahaya bagi anak-anak.

Sekitar pukul 15.00 WITA, Meiva Kalensang, salah satu warga, mendengar teriakan minta tolong dari arah pantai. Ia segera meminta bantuan kepada Kapitalau Winangun, Frangky Tatambihe, dan warga sekitar.

BACA JUGA  Wujudkan Hunian Layak, Wabup Sitaro Dukung Program 3 Juta Rumah di Sulut

Setibanya di lokasi, mereka menemukan sebuah tas dan ponsel di atas batu yang diduga milik korban. Warga pun berinisiatif melakukan pencarian di sekitar lokasi dengan cara menyelam dan berenang di radius 10 meter dari tanjung pantai.

Pencarian akhirnya membuahkan hasil ketika Jetro Gansa, salah satu warga, melihat dua tubuh tertelungkup di kedalaman sekitar empat meter. Ia segera melapor kepada Kapitalau Frangky Tatambihe dan diperintahkan untuk mengevakuasi korban bersama warga lain, termasuk Jendri Kundimang.

Upaya pertolongan pertama dilakukan, namun kedua bocah itu sudah tak bernyawa. Kedua tubuh dievakuasi ke rumah Kapitalau Winangun sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Santi Nondo, ibu dari Leandro, mengenang anaknya dengan linangan air mata. “Dia sempat bilang mau memancing sebentar. Saya tunggu sampai sore tapi tak kembali,” ucapnya lirih.

Sementara Norce Tahulending, ibu dari Noverlando, menuturkan bahwa ia sempat melarang putranya pergi ke pantai. “Saya dengar dia dipanggil Leandro, saya sempat larang. Tapi waktu saya cek, dia sudah tidak ada di rumah,” katanya penuh sesal.

Warga yang melihat langsung kejadian itu melalui siaran langsung media sosial turut dibuat panik. Video yang beredar memperlihatkan suasana pencarian di pantai, di mana masyarakat saling membantu untuk menemukan korban.

dr. Youraine A. Ruitang, Kepala Puskesmas Hiung, yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah, memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. “Keduanya meninggal karena kekurangan oksigen (hipoksia). Diperkirakan meninggal sekitar pukul 15.30 WITA,” ujarnya.

BACA JUGA  Digitalisasi Presensi ASN: Pemkab Sitaro Tingkatkan Kapasitas Lewat Coaching Clinic SIMPEGNAS BKN

Pihak keluarga kedua korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. “Kami pasrah, ini kehendak Tuhan,” ujar salah satu anggota keluarga dengan mata sembab.


Kapolsek Siau Barat AKP Ronny Mamengko, SH juga menyampaikan pihaknya telah mengamankan lokasi kejadian dan mencatat seluruh keterangan saksi-saksi untuk memastikan tidak ada unsur lain di balik musibah ini.

“Dari hasil olah tempat kejadian dan keterangan saksi, peristiwa ini murni kecelakaan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun unsur pidana,” jelas Kapolsek.

AKBP Iwan Permadi, SE, melalui Kapolsek Ronny Mamengko, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di wilayah pesisir.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, agar tidak berenang atau memancing sendirian di lokasi berarus kuat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pesan Kapolres Iwan Permadi.

Kapolres juga meminta pemerintah desa dan masyarakat untuk memasang tanda peringatan di area pantai yang berisiko tinggi. “Pencegahan adalah langkah terbaik. Kami mendorong kolaborasi semua pihak agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.

BACA JUGA  Dari Musrenbang ke Aksi Nyata: Sitaro Menyusun Masa Depan 2027 dengan Semangat Pariwisata dan Pertanian

Kini, Pantai Mohong Salu yang biasanya ramai oleh tawa anak-anak, berubah menjadi tempat penuh kenangan dan duka. Warga Desa Kinali dan Winangun bersatu dalam doa, mengantar kepergian dua sahabat kecil yang selama ini dikenal baik, rajin, dan tak pernah terpisahkan.

“Leandro dan Noverlando bukan hanya teman, tapi seperti saudara. Mereka selalu bersama. Kini, mereka pulang bersama,” kata salah satu guru mereka dengan suara bergetar.

Gelombang pantai sore itu seolah ikut berduka, menutup kisah dua bocah yang berpulang terlalu cepat. Di tepi batu tempat tas dan ponsel mereka ditemukan, kini terpasang bunga dan lilin kecil dengan tulisan sederhana: “Selamat jalan, Leandro dan Noverlando. Laut telah memeluk kalian dengan damai.” (Jemi Lahutung)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran, Labfor Pastikan Ledakan Grand Polonia Dipicu Akumulasi Gas
Viral Siswi Korban Kecelakaan Datangi Kantor Bank Demi Urus PIP, Ini Kata BNI
‎Gereja Ditutup Paksa Pakai Seng Lalu Jemaat Bongkar, Pendeta Malah di Laporkan ke Polisi
Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta
Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa
Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Berita Lainnya

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:52 WIB

Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran, Labfor Pastikan Ledakan Grand Polonia Dipicu Akumulasi Gas

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:14 WIB

Viral Siswi Korban Kecelakaan Datangi Kantor Bank Demi Urus PIP, Ini Kata BNI

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:34 WIB

‎Gereja Ditutup Paksa Pakai Seng Lalu Jemaat Bongkar, Pendeta Malah di Laporkan ke Polisi

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:36 WIB

Tragis! Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:21 WIB

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa

Berita Terbaru