Tanjungbalai, TRIBRATA TV
Dinas Pangan dan Pertanian Kota Tanjungbalai memberikan akses kemudahan bagi petani lewat program kartu tani.
Para petani yang tergabung dalam kelompok tani kini sudah tak lagi sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.
Tercatat, ada sebanyak 160 petani di Kota Tanjungbalai sudah mendapatkan kartu tani.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Muslim kepada TRIBRATA TV, Selasa (18/1/2022) mengatakan program kartu tani tersebut sudah ada pada sejak tahun 2021 lalu.
“Jumlah petani kita yang terdaftar dalam kelompok tani keseluruhannya berjumlah 200 orang. Dari 200 orang itu, yang mendapatkan kartu tani hanya berjumlah 160 orang,” katanya.
Sedangkan sisanya yakni 40 orang lagi, kata Muslim sedang melakukan perbaikan berkas.
“Program kartu tani ini merupakan program dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Program penerimaan kartu tani ini sudah berjalan pada tahun 2021 yang lalu,” katanya.
Menurutnya persyaratan bagi pemegang kartu tani tersebut, diwajibkan mempunyai lahan pertanian seluas 2 hektar.
“Keuntungan bagi pemegang kartu tani ini, mereka mudah mendapatkan pupuk dengan harga stabil dan si pedagang pun sudah tidak bisa lagi menjual pupuk dengan harga sembarangan,” tambahnya.
Selain terlihat modern, Muslim kemudian menerangkan sisi lain dari penggunaan kartu tani tersebut.
“Setiap petani yang sudah tercatat sebagai pemegang kartu tani, tidak bisa lagi untuk membeli pupuk bersubsidi berdasarkan keinginannya sendiri,” ujarnya.
Pembelian berdasarkan kebutuhan
yang tertuang ke dalam Elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK).
“Berdasarkan kebutuhan, setiap petani dalam satu musim yakni berkisar antara 4 hingga 5 bulan hanya mendapatkan jatah pupuk bersubsidi sebanyak 150 kilogram, selama dalam masa cocok tanam,” katanya.
Sebelumnya, Pelaksana tugas (PLT)
Walikota Tanjungbalai Waris Thalib bersama rombongan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kantor Dinas Pangan dan Pertanian, Senin (17/1/2022).
Kedatangannya bertujuan mengevaluasi dan mengoptimalkan kinerja para OPD di lingkungan Pemko Tanjungbalai.
Dalam kunjungan pertamanya itu,
Waris Thalib sedikit kecewa dan bahkan murka atau marah tatkala melihat keadaan kantor dalam keadaan tidak bersih seperti tidak terawat.
“Saya meminta kepada jajaran Dinas Pangan dan Pertanian Kota Tanjungbalai ini agar bersama-sama merawat dan menjaga kantor ini seperti rumah kita sendiri. Para petugas kebersihan agar bekerja dengan baik dan menanam tanaman yang bisa memperindah dan membuat asri kantor,” katanya.
Sidak itu merupakan bagian dari komitmennya untuk meningkatkan kinerja, disiplin dan optimalisasi pelayanan ASN setiap OPD di Kota Tanjungbalai.
“Dinas Pangan dan Pertanian bagian terpenting dalam sektor kebutuhan masyarakat, untuk itu saya meminta dunas ini harus lebih inovatif, bersinergi dengan OPD terkait baik di Kota Tanjungbalai dan propinsi maupun pemerintah pusat,” tutupnya. (Eko)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









