Sitaro, TRIBRATA TV
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali menjadi saksi atas upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan melalui program Gerakan Pangan Murah. Program yang dikoordinasikan oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sitaro ini terus bergerak menjangkau masyarakat di berbagai kecamatan.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Richard Sasombo, melalui Kabid Ketahanan Pangan Fernando Pandawa, memastikan program ini berjalan lancar dan menyasar kebutuhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya, menggunakan anggaran dari DIPA Dinas Pangan dan Pertanian melalui Dana Insentif Fiskal. Kami sudah menyelenggarakan kegiatan di tujuh kecamatan, termasuk Biaro, Tagulandang, dan saat ini berlangsung di Pulau Siau,” jelas Fernando, Selasa (18/12/2024). Ia menambahkan bahwa target program ini mencakup 10 kecamatan di Sitaro.
Salah satu keunikan program ini adalah persyaratan administrasi yang fleksibel. Fernando menjelaskan bahwa KTP hanya diperlukan untuk pencatatan, namun masyarakat yang tidak membawa KTP tetap bisa mendaftar dengan menggunakan identitas alternatif. “Kami pastikan tidak ada masyarakat yang terhalang mengikuti kegiatan ini hanya karena alasan administrasi,” tegasnya.
Produk yang dijual dalam program ini mencakup 11 bahan pokok dengan harga terjangkau. Mulai dari cabai rawit, bawang merah, bawang putih, hingga telur, minyak goreng, ubi jalar, dan talas, semuanya disubsidi pemerintah. “Ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Fernando.
Program ini sudah berlangsung selama 14 hari dan direncanakan akan berlanjut hingga akhir minggu ini di dua kecamatan terakhir, yakni Siau Timur dan Siau Timur Selatan. Kegiatan serupa juga telah sukses diselenggarakan di Pulau Tagulandang minggu lalu. “Respon masyarakat sangat positif. Banyak yang merasa terbantu karena harga pangan menjadi lebih terjangkau,” tambah Fernando.
Antusiasme masyarakat tak lepas dari tujuan utama gerakan ini, yakni membantu masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan memastikan ketersediaan pangan tetap stabil. Fernando menekankan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengendalikan inflasi di Sitaro dengan meningkatkan aksesibilitas pangan bagi masyarakat.
Selain itu, Fernando turut memberikan pesan penting kepada masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. “Budidaya tanaman pangan di pekarangan dapat menjadi solusi jangka panjang. Selain itu, masyarakat juga perlu menjaga pola konsumsi pangan yang beragam,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah ini bukan hanya sebatas program pemerintah, tetapi juga wujud kolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan stabilitas pangan di Sitaro. Pemerintah berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih mandiri dan sadar akan pentingnya ketahanan pangan.
Dengan melihat keberhasilan program ini, pemerintah Kabupaten Sitaro optimis bahwa inflasi daerah dapat terkendali, dan kebutuhan pangan masyarakat akan tetap tercukupi. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan inovasi yang lebih baik untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









