Pamekasan, TRIBRATA TV
Di sebuah pagi yang cerah, Balai Desa Banban, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Di bawah atap sederhana yang biasa digunakan untuk pertemuan warga itu, kursi-kursi plastik tersusun rapi.
Benner besar bertuliskan “Workshop Praktis Digital Parenting” terpasang di dinding depan, menyambut para tamu yang datang dari berbagai penjuru desa. Para ibu rumah tangga, guru, pemuda karang taruna, dan tokoh masyarakat mulai berdatangan, wajah mereka memancarkan rasa ingin tahu dan semangat untuk belajar hal baru.
Kegiatan ini digagas oleh mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Posko 41 pada minggu kedua yang menjalankan pengabdiannya di Desa Banban Kecamatan Pakong, Kamis (11/9/2025). Melihat maraknya penggunaan gawai dan media sosial di kalangan anak-anak, para mahasiswa ini merasa penting menghadirkan sebuah pelatihan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari orang tua.
Mereka ingin mengubah kecemasan masyarakat menjadi keterampilan nyata, agar orang tua tak lagi hanya menjadi penonton dalam kehidupan digital anaknya, tetapi juga pendamping dan pembimbing.
Suasana menjadi hening ketika seorang pria berperawakan tenang berdiri di depan. Ia adalah Bapak Matsuri, perwakilan aparatur desa yang sejak awal mendukung penuh program KKN ini. Dengan suara hangat ia menyapa peserta satu per satu, lalu berbicara, “Di zaman sekarang menjaga anak bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara digital. Orang tua perlu tahu apa yang diakses anak dan bagaimana melindungi akunnya.
Ia meyakinkan bahwa akun yang aman akan membuat keluarga nyaman. Kata-kata sederhana itu mengalir lembut tetapi terasa dalam, membuat banyak peserta mengangguk setuju.
Setelah sambutan, giliran La Ode Abdul Wahid, S.Kom.,M.Kom Pemateri dalam Workshop Digital Parenting yang diundang khusus dalam acara ini. Dengan bahasa sederhana ia menjelaskan mengapa orang tua harus hadir di kehidupan digital anak-anak mereka.
La Ode tidak hanya bercerita, tetapi juga menunjukkan langkah demi langkah mengatur privasi akun media sosial, mengaktifkan fitur parental control, dan memberi contoh komunikasi positif dengan anak tentang konten yang mereka akses.
Ia menyelipkan kisah-kisah nyata tentang penipuan daring yang menyasar anak, konten hoaks yang menyesatkan, hingga perundungan siber yang pernah terjadi di daerah lain. Cerita-cerita itu membuat peserta terhenyak dan semakin serius memperhatikan.
Ruangan Balai Desa Banban berubah menjadi kelas praktik. Para ibu membawa catatan kecil untuk menulis tips yang disampaikan, beberapa bapak berdiskusi dengan tetangga sebelahnya, dan mahasiswa KKN membantu peserta yang kesulitan mengatur gawai.
Diskusi berlangsung hangat, tawa kecil sesekali terdengar saat peserta berhasil mencoba fitur baru di ponsel mereka. Salah satu peserta, Nur Aini, seorang ibu rumah tangga berusia 35 tahun, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Biasanya anak-anak lebih pintar dari orang tua soal HP. Dengan pelatihan ini, saya jadi tahu cara mengawasi sekaligus mendampingi anak agar tidak salah jalan di media sosial,” katanya.
Bagi mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Posko 41, workshop ini bukan sekadar program kerja. Mereka ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan berkelanjutan. Koordinator KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian program penguatan literasi digital keluarga yang akan berlanjut dengan pendampingan lebih intensif.
Kepala Desa Banban yang hadir dalam penutupan acara menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan pemateri. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa diadakan secara rutin agar masyarakat semakin sadar digital dan anak-anak terlindungi dari dampak negatif media sosial.
Ketika acara berakhir menjelang siang, peserta tampak enggan beranjak. Beberapa masih bertanya dan mencoba fitur baru di ponsel mereka. Di wajah mereka tersirat rasa percaya diri baru: mereka tidak lagi merasa asing dengan istilah-istilah digital.
Ada harapan baru bahwa anak-anak mereka bisa tumbuh di dunia maya dengan lebih aman, sementara para orang tua tetap memegang peran penting sebagai pendamping dan teladan.
Melalui sinergi antara mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Posko 41, pemerintah desa, pemateri, dan masyarakat, Workshop Praktis Digital Parenting ini menjadi langkah nyata membangun benteng keluarga di era media sosial. Di Desa Banban, literasi digital bukan lagi wacana, melainkan gerakan bersama menuju keluarga yang aman, nyaman, dan sehat.
Penulis : Syahrir R. (Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Posko 41)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









