Sitaro, TRIBRATA TV
Perjalanan penuh haru dan harapan mengiringi langkah warga pengungsi Kampung Laingpatehi dan Kampung Pumpente, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), menuju hunian tetap (Huntap) di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kamis, 12 Februari 2026.
Momentum bersejarah itu turut didampingi langsung oleh Ketua DPRD Sitaro, Djon Ponto Janis, SH, bersama sejumlah anggota dewan lintas fraksi.
Kehadiran pimpinan dan anggota legislatif dalam proses pengantaran tersebut menjadi simbol kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang terdampak bencana Gunung Ruang. Mereka tidak sekadar hadir sebagai pejabat, tetapi sebagai wakil rakyat yang ikut merasakan perpisahan berat dengan tanah kelahiran warga.
Setibanya di lokasi Huntap, Ketua DPRD yang akrab disapa “Ko Yon” mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas hunian yang telah disiapkan pemerintah. Rumah tipe 36 yang dilengkapi dapur berukuran 3×3 meter itu kini berkembang menjadi tipe 45, siap ditempati dengan kondisi yang layak dan nyaman.
Ia mengingat kembali kunjungannya sebelumnya ke lokasi yang sama. “Kunjungan pertama saat itu masih tahap penggusuran, kunjungan kedua sekitar 70 persen pembangunan, dan kunjungan ketiga ini adalah saat saya mengantar masyarakatku yang saya cintai untuk tinggal di tempat yang penuh harapan,” ujarnya dengan nada haru.
Menurutnya, perkembangan pembangunan Huntap tersebut menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam memastikan warga pengungsi memperoleh kehidupan yang lebih baik. Apa yang dulu hanya berupa lahan kosong, kini telah berubah menjadi kawasan pemukiman yang tertata dan siap dihuni.
Namun di balik rasa syukur itu, terselip kesedihan mendalam. Ketua DPRD menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar rela meninggalkan tanah kelahirannya. “Kami tidak ingin masyarakat harus meninggalkan Pulau Ruang, tetapi mari kita percaya bahwa Tuhan sudah mengatur jalan hidup kita semua,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perpindahan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari kehidupan baru yang lebih aman. Dengan penuh ketulusan, ia mengajak warga untuk melihat masa depan dengan harapan yang lebih cerah.
Suasana emosional begitu terasa ketika rombongan tiba di kawasan Huntap. Rumah-rumah berdiri rapi, jalan lingkungan tertata, dan berbagai fasilitas umum telah tersedia, memberikan gambaran tentang kehidupan baru yang menjanjikan.
Tidak hanya rumah, kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung yang lengkap, mulai dari tempat ibadah, sekolah, sarana olahraga, hingga fasilitas pendukung mata pencaharian. Pemerintah bahkan menyediakan bantuan perahu dan alat tangkap bagi nelayan agar mereka dapat kembali bekerja.
Hal ini menjadi bukti bahwa relokasi tidak hanya memindahkan tempat tinggal, tetapi juga memastikan keberlangsungan hidup masyarakat. Pemerintah berupaya menjaga agar identitas dan profesi warga tetap dapat dilanjutkan di tempat baru.
Ketua DPRD dan anggota dewan lainnya memanfaatkan kesempatan itu untuk berdialog langsung dengan warga. Mereka menanyakan kondisi hunian, fasilitas yang tersedia, serta harapan masyarakat terhadap kehidupan baru mereka di Modisi.
Dialog tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Warga menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar kehidupan mereka ke depan semakin baik dan stabil.
Bagi Ketua DPRD, kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi bentuk tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat. Ia ingin memastikan bahwa masyarakat benar-benar mendapatkan tempat tinggal yang layak dan manusiawi.
Ia juga menilai Huntap di Modisi sebagai kawasan yang sangat representatif. Dengan fasilitas yang lengkap, masyarakat memiliki peluang besar untuk membangun kehidupan baru yang lebih sejahtera.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi atas perhatian terhadap masyarakat Sitaro yang terdampak bencana.
“Saya sebagai wakil rakyat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Gubernur Sulawesi Utara, Bapak Yulius Selvanus Komaling, atas kepedulian terhadap saudara-saudara kami,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah telah memberikan harapan baru bagi masyarakat yang kehilangan kampung halaman akibat bencana alam. Hunian yang layak dan fasilitas yang lengkap menjadi bukti nyata perhatian negara.
Lebih jauh, ia berharap masyarakat dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru dan membangun kehidupan yang lebih baik. Dengan dukungan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan sarana ekonomi, masa depan yang lebih cerah kini terbuka di depan mata.
Peristiwa pengantaran warga ini menjadi simbol perpindahan dari duka menuju harapan. Dari tanah yang pernah menjadi saksi kehidupan mereka, kini masyarakat melangkah menuju negeri baru yang menjanjikan keselamatan, kesejahteraan, dan masa depan bagi generasi berikutnya. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








