Sitaro, TRIBRATA TV
Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Drs. Joi Eltiano Bernadin Oroh, resmi meluncurkan Gerakan Sitaro Menanam atau “GESIT NANAM” yang bertujuan menggerakkan masyarakat dalam meningkatkan produksi hortikultura di wilayah Sitaro. Keputusan ini dituangkan dalam Keputusan Bupati Nomor 246 Tahun 2024 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian yang berkeadilan.
Melalui GESIT NANAM, Bupati Oroh berharap masyarakat lebih terdorong untuk memanfaatkan lahan pertanian dan melakukan penanaman secara produktif. Langkah ini dianggap perlu untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam bidang pertanian, serta mendukung perekonomian lokal agar semakin mandiri.
“Kami ingin Sitaro tidak hanya dikenal sebagai daerah kepulauan, tetapi juga sebagai penghasil produk hortikultura unggulan,” ujarnya.
Di bawah koordinasi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Agus T. Poputra, pemerintah daerah berkomitmen menjalankan program ini dengan prinsip transparansi, efektif, dan efisien. Menurut Poputra, program ini tidak hanya melibatkan pemerintah dan petani, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk turut ambil bagian dalam kegiatan menanam yang berkelanjutan.
Program GESIT NANAM bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi hortikultura seperti sayur, buah, dan tanaman rempah yang memiliki potensi ekspor dan pemasaran di luar Sitaro. Dengan produksi yang lebih tinggi, diharapkan akan terjadi peningkatan pendapatan bagi petani serta pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah kepulauan ini. Hal ini sekaligus menjadikan Sitaro sebagai contoh keberhasilan pembangunan pertanian di daerah kepulauan.
Selain meningkatkan produksi, GESIT NANAM diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif. Pemerintah daerah menargetkan untuk membangun kolaborasi dengan sektor swasta guna membuka akses pemasaran produk hortikultura hingga ke wilayah regional dan nasional.
“Dengan kolaborasi ini, kami optimis produk dari Sitaro dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Dr. Agus T. Poputra
Salah satu tantangan yang dihadapi dalam program ini adalah ketersediaan sumber daya manusia yang terampil dalam teknik budidaya modern. Untuk itu, pemerintah daerah akan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para petani dan masyarakat yang terlibat. Harapannya, masyarakat Sitaro bisa memanfaatkan teknologi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan demi keberlanjutan program.
Dengan adanya GESIT NANAM, Bupati Oroh menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi berkeadilan bukan sekadar target jangka pendek, tetapi menjadi langkah strategis menuju kemandirian ekonomi Sitaro. Ia optimistis gerakan ini akan menciptakan dampak positif jangka panjang yang dirasakan oleh generasi mendatang.
“GESIT NANAM adalah gerakan kita semua demi Sitaro yang lebih baik dan sejahtera,” pungkasnya.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









