Rusli Surbakti Dianiaya OTK di Ladangnya, Dipicu Perselisihan Lahan Tanah Milik Negara

- Editorial Team

Minggu, 11 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, TRIBRATA TV

Seorang petani, Rusli Surbakti (50) warga Dusun V Taburen, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, terpaksa dilarikan ke RS H Adam Malik, Medan pada Jumat (9/10/2020) sekira pukul 19:00 wib malam.

Pasalnya, korban diduga dibacok, dianiaya diserang pakai parang / klewang oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) saat berada di gubuk ladangnya di Dusun X Tanduk Benua, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menurut keterangan istri korban Rehna Ginting, korban didatangi OTK berjumlah kira-kira 15 orang dan seketika suaminya diserang dan dibacok, dianiaya didalam gubuk pakai parang/klewang secara tiba-tiba dan disaksikan anak korban bernama Sastra Surbakti (17).

Ia katakan penganiayaan terjadi sekira pukul 16:00 wib, setelah kejadian warga petani lainnya memboyong korban ke Rumah Sakit H Adam Malik menggunakan sepeda motor sembari meringis menahan rasa sakit diperjalanan akibat luka parah yang dialami korban.

Terpisah, Kapolsek Kutalimbaru AKP Hendri Surbakti membenarkan adanya penganiayaan, penyerangan dan kekerasan kepada warga petani di Dusun X Tanduk Benua Desa Suka Makmur tersebut. Ia katakan awal mulanya ada kelompok Martin Bangun dan kelompok ini dikuasakan oleh PT.Ira mengelola lahan yang diklaim milik PT.Ira dan mereka melakukan penanaman buah Alpokat dan dicabuti oleh anggota kelompok Tani Sada Ola Reboisasi.

BACA JUGA  Disinyalir Serobot Lahan Warga, FM Dilaporkan ke Polres Merangin

Peristiwa itu terjadi sekitar satu pekan lalu, dan sejak perselisihan itu polisi sering melakukan patroli kelokasi.

Ditambahkan, saat kelompok Martin Bangun ke TKP bertemu dengan anggota kelompok tani Sada Ola Reboisasi dan sempat terjadi keributan dilokasi. Saat itu sempat terjadi saling lempar batu antara dua kelompok itu dan korban mengejar dan disambut dengan sabetan parang di wajah korban yang disaksikan anak korban.

Selanjutnya, karena anak korban melihat ayahnya diserang pakai parang, secara spontan anak korban menembak pakai senapan angin yang kebetulan dibawah untuk berburu diladang.

“Melihat bapaknya dibacok, ditembaklah pakai senapan angin kearah kelompok Martin Bangun dan kena satu orang persis dibagian pahanya, jadi ada dua korban pada kejadian itu Rusli Surbakti dan Amin,” ujar Kapolsek diruang kerjanya, Sabtu (10/10/2020).

Ia katakan, ada korban yang sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat namun korban tak sanggup ditangani maka dilarikan ke RSHAM Medan

BACA JUGA  PIM Jamin Ketersediaan Stok Pupuk Subsidi Jelang Libur Lebaran 2023

Dua jam sebelum kejadian, kata Hendri anggota polsek baru saja melakukan patroli kelokasi TKP, tak berselang lama anggota dapat informasi sudah ada kejadian tersebut.

Tindak lanjut atas kasus itu sudah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi dari korban bernama Amin, namun pemanggilan dan pemeriksaan saksi korban bernama Rusli Surbakti masih menunggu tahap selanjutnya.

“Saksi yang ada seketika dikejadian sudah diperiksa penyidik dan akan nambah panggil saksi yang lain lagi dan masing-masing membuat laporan pengaduan, satu penganiayaan dibacok dengan parang, satu lagi penganiayaan dengan tembakan senapan angin,” kata Kapolsek.

Diinformasikan untuk saksi Sastra Surbakti sudah diamankan sementara oleh polisi untuk kepentingan penyidikan dan peneriksaan. Sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan polisi karena masih tahap penyelidikan atas kasus tersebut.

Pasal yang disangkakan KUHP pasal 351 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara dan untuk olah TKP menurut pengakuan Kapolsek sudah dilakukan saat itu juga.

Seorang tokoh masyarakat Pasta Surbakti, yang berhasil ditemui mengatakan dengan adanya kejadian penyerangan dan penganiayaan anggota kelompok tani itu, ia menyebutkan akibat kekurang tegasan dari pihak Dinas Kehutanan sehingga permasalahan di atas lahan negara Dusun X Tanduk Benua tak kunjung selesai. Kelompok tani yang sudah bertahun-tahun lamanya mengelola lahan sesuai surat dari Dinas Kehutanan selalu diganggu oleh pihak yang tak berkepentingan.

BACA JUGA  Rebutan Lahan Negara di Kutalimbaru, Deli Serdang

Ia juga berharap dan meminta kepada aparat kepolisian agar menindak tegas para pelaku penganiayaan secara profesional, tak berpihak dan berkeadilan.

“Saya minta kepada Polisi supaya menindak tegas pelaku penganiayaan secara profesional, tak berpihak dan berkeadilan,” tegasnya. (Bonni T Manullang)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit
Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Berita Terbaru