Kapolda Whisnu Ketiban Pulung di Sumut

- Editorial Team

Minggu, 11 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

START di bulan kemerdekaan, jabatan Kapolda Sumatera Utara mengantongi amanat sekaligus anugerah bagi Irjen Whisnu Hermawan Februanto. Inilah cukilan tiga dekade kiprah jenderal ahli reserse.

Menaungi 28 wilayah polres, Sumatera Utara bukanlah “barang baru” bagi Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.IK., M.H. Dikenal sebagai wilayah “keras dan barometer”, propinsi bernama akronim Sumut ini bahkan sudah familier dalam lembar kehidupan Irjen Whisnu, Kapolda Sumut ke-24.

Kesan tak mengada-ada itu tercipta bukan karena sosok pengungkap kasus penipuan Crazy Rich Medan ini sebelumnya pernah tugas di sini. Bukan.

Merangkai karier kepolisian sejak 1994, baru tiga dekade kemudian atau sekarang Irjen Whisnu menemukan Sumut sebagai wilayah pengabdiannya.

Beruntung takdirnya beristrikan Ny. Mona yang berdarah Batak. Itulah radiks kultur yang membuat spirit Sumut miniatur kebhinekaan Tanah Air dikenal sudah lama nyala di hati, ucap, dan tindakan mantan Dirtipideksus (Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus) Bareskrim Polri ini.

BACA JUGA  Kompolnas RI Kunjungi Poldasu Gelar Kasus Menonjol

Pengetahuan Irjen Whisnu soal Sumut “dan isinya” sejatinya juga berlatar daya magnet sosok wanita uzur yang dicintainya. Dialah sang ibu mertua yang bermukim di Sinaksak, nun wilayah pintasan ke Danau Toba dari Tapian Dolok di Simalungun.

Jenderal bintang dua ini biasa menyapanya dengan sebutan ‘Inang’. Boru Silalahi itu kini berusia 82. “Selama ini dalam setahun dua kali (kami) ke Sumut ini untuk menemui Inang,” Irjen Whisnu mengenang kisahnya bersama istri di tahun-tahun berlalu.

“Tapi sekarang (kami) bisa (datang) setiap kapan rindu,” imbuhnya, seraya tersenyum.

Sepotong elegi indah itu terucap di sela silaturahmi sang Kapolda Sumut baru
dengan insan pers di Warkop Jurnalis, Jalan H Agus Salim, Medan.

Kapolda Whisnu ditemani Wakapolda Brigjen Pol. Rony Samtana. Juga Direktur Intelkam Kombes Dwi Indra Maulana, dan Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi.

BACA JUGA  Polda Sumut Siap Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Menembus hujan di Rabu (7/8/2024) malam itu, kedatangan Kapolda Whisnu dan rombongan menyiratkan pentingnya sinergitas Polri dengan media massa.

Terutama untuk membumikan lima program Kapolda Whisnu yang berhulu produk hukum tetap tegak, Polri kian baik di mata publik, masyarakat merasa nyaman, serta kualitas pilkada serentak dan even PON XXI Aceh-Sumut tahun ini semakin paripurna. Kapolda Whisnu kembali bercerita soal alur kariernya ke Sumut.

Meski kapolda jabatan target karier jenjang jenderal, di benak Irjen Whisnu tak pernah terlintas dirinya bakal memimpin Polda Sumut. Tapi nasib telah mengguratkan kisahnya.

“Karena itu,” tegas Irjen Whisnu, “menjadi kapolda di kampung halaman adalah bonus. Bonus atas doa sang inang terhadap anak menantunya.”

Bercermin filosofi ibu adalah “Tuhan yang nampak”, Kapolda Whisnu mengawali kerjanya di Sumut dengan menjenguk inang tercinta di Nagori Sinaksak. Itu terjadi Sabtu (3/8/2024) lalu.

BACA JUGA  Wakapolda Sumut Tinjau Vaksinasi di UINSU

Di sana, Kapolda Whisnu meminta doa restu sang inang. Dan, seperti ketiban pulung, penghargaan bergengsi dari sebuah media terkemuka Tanah Air diraih Kapolda Whisnu, di Medan, Jumat (9/8/2024) lalu. Didapuk sebagai sosok ‘The Best Leadership in Law & Crime Prevention. Gass terus, Jenderal…

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Saat Kertas Administrasi Kalah Oleh Perut Lapar, Membaca Makna di Balik Senyum Warga Aceh Tamiang
Jalanan Panas, Ekonomi Tertekan: Siapa Bermain di Balik Gelombang Demonstrasi?”
Kemanusiaan yang Kalah oleh Kertas, Mengapa Dana Banjir Aceh Tamiang Macet di Labirin Birokrasi Jakarta?
Mencuci Uang di Negeri Sendiri
JKA di Persimpangan Jalan, Kemenangan Aspirasi Publik atau Sekadar Penundaan Krisis Anggaran?
JKA di Persimpangan Jalan, Antara Efisiensi Anggaran dan Pengkhianatan Mandat Rakyat
Refleksi Peringatan Hari Buruh Nasional Dalam Konteks Profesi Jurnalisme
Ironi di Tanah Muda Sedia: Berteriak Demi Rupiah, Tercekik di Balik Debu

Berita Lainnya

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:42 WIB

Saat Kertas Administrasi Kalah Oleh Perut Lapar, Membaca Makna di Balik Senyum Warga Aceh Tamiang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:24 WIB

Jalanan Panas, Ekonomi Tertekan: Siapa Bermain di Balik Gelombang Demonstrasi?”

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:10 WIB

Kemanusiaan yang Kalah oleh Kertas, Mengapa Dana Banjir Aceh Tamiang Macet di Labirin Birokrasi Jakarta?

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:33 WIB

Mencuci Uang di Negeri Sendiri

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:03 WIB

JKA di Persimpangan Jalan, Kemenangan Aspirasi Publik atau Sekadar Penundaan Krisis Anggaran?

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Ketua PDI Perjuangan Sumut Serahkan Beasiswa di Enam Kecamatan Samosir

Senin, 20 Jul 2026 - 06:34 WIB

Sumatera Utara

SPN Hinai Polda Sumut Terima 103 Casis

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:03 WIB