Malaysia Perketat Perbatasan, Pedagang Kecil Entikong Mulai Menjerit

- Editorial Team

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sanggau, TRIBRATA TV

Pengetatan pengawasan di kawasan perbatasan RI–Malaysia melalui PLBN Entikong–Tebedu mulai menimbulkan dampak serius bagi masyarakat perbatasan. Aktivitas warga yang selama ini bergantung pada mobilitas lintas negara kini semakin sulit akibat penerapan pemeriksaan ketat dan aturan baru dari pihak Malaysia.

Petugas perbatasan Indonesia dan Malaysia terus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas orang maupun barang. Kebijakan tersebut diterapkan dengan alasan penegakan SOP, pengawasan keimigrasian, serta penertiban perdagangan lintas batas. Namun di lapangan, masyarakat kecil disebut menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Sebelumnya, pihak Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) PLBN Entikong telah memperketat pemeriksaan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak menuju Malaysia. Pemeriksaan difokuskan terhadap calon pelintas yang dicurigai akan bekerja secara nonprosedural sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

BACA JUGA  Kurir Sabu 5 Kilo Dibekuk Tim Gabungan Polda Kalbar dan Tim Interdiksi

Akibat kebijakan itu, sejumlah jasa transportasi lintas batas, pengurusan paspor, hingga pelaku usaha kecil di kawasan perbatasan mulai kehilangan pendapatan. Aktivitas masyarakat yang sebelumnya berjalan normal kini harus menghadapi pemeriksaan berlapis dan proses administrasi yang semakin ketat.

Belum selesai persoalan mobilitas warga, pelaku perdagangan lintas batas kembali terpukul setelah Pemerintah Malaysia memberlakukan aturan baru sejak 1 Mei 2026.

Aturan tersebut mewajibkan seluruh barang yang masuk ke Malaysia menggunakan dokumen ‘Borang K1’ dan mengikuti standar perdagangan internasional. Selain itu, barang juga wajib melalui pemeriksaan di Inland Port Tebedu sebelum dapat masuk dan didistribusikan ke wilayah Sarawak.

BACA JUGA  Dukung Swasembada Pangan, Polsek Sekayam Tanam Jagung di Lahan Demplot IV

Dampaknya langsung terasa di kawasan kargo PLBN Entikong. Suasana yang biasanya dipenuhi aktivitas bongkar muat dan kendaraan ekspor kini tampak lengang. Aktivitas perdagangan lintas batas mengalami penurunan drastis karena banyak pelaku usaha belum siap mengikuti mekanisme baru tersebut.

Para pedagang mengaku kebijakan baru ini menambah biaya operasional, memperpanjang proses pengiriman, dan menyulitkan perdagangan tradisional yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi masyarakat perbatasan.

“Kalau aturan makin ketat tanpa solusi, masyarakat kecil yang paling terdampak. Aktivitas dagang jadi lambat, biaya naik, sementara penghasilan menurun,” ungkap salah satu pelaku usaha lintas batas di Entikong.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran pengetatan berlebihan di wilayah perbatasan dapat melemahkan ekonomi masyarakat lokal yang selama puluhan tahun hidup dari aktivitas perdagangan dan jasa lintas negara di jalur Entikong–Tebedu. (Syamsumen)

BACA JUGA  Bea Cukai Entikong Gelar Forum Konsultasi Publik

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Meriahkan HUT Kubu Raya, Murid TK Pembina 2 Berpakaian Adat
SPBU 63.785.001 Balai Batang Ketat dalam Aturan Penjualan BBM
BP3MI Kalimantan Barat Fasilitasi Pemulangan dan Pendampingan PMI Asal Sanggau
Pangdam XII/Tpr dan Kapolda Komitmen Jaga Kondusifitas Wilayah
Terima Aduan Masyarakat, Polsek Tayan Hulu Beri Peringatan Tegas pada Pelaku PETI
Sapu Bersih, Empat Prajurit Yonif TP 833/Bumi Daranante Raih Medali Emas di Lomba Tinju Besantak Series
Cegah Karhutla Meluas, Polsek Noyan Cek 8 Titik Hotspot di Sejumlah Desa
Bupati Sanggau Tutup Gawai Nosu Minupodi XXII

Berita Lainnya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:08 WIB

Meriahkan HUT Kubu Raya, Murid TK Pembina 2 Berpakaian Adat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:14 WIB

SPBU 63.785.001 Balai Batang Ketat dalam Aturan Penjualan BBM

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:20 WIB

BP3MI Kalimantan Barat Fasilitasi Pemulangan dan Pendampingan PMI Asal Sanggau

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:08 WIB

Pangdam XII/Tpr dan Kapolda Komitmen Jaga Kondusifitas Wilayah

Senin, 13 Juli 2026 - 07:01 WIB

Terima Aduan Masyarakat, Polsek Tayan Hulu Beri Peringatan Tegas pada Pelaku PETI

Berita Terbaru

Sumatera Utara

SPN Hinai Polda Sumut Terima 103 Casis

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:03 WIB