Sitaro, TRIBRATA TV
Penurunan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Sitaro yang turun drastis sesuai data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 dari 25.5 persen ke 14.4 persen menuai penghargaan. Angka ini drastis mendekati target nasional yakni 14 persen.
Berdasarkan informasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah melaksanakan Penilaian Kinerja Penurunan Stunting Tahun 2023 yang diikuti oleh lima belas kabupate/kota.
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro didapuk sebagai kabupaten Terbaik Pertama yang memenuhi kategori Pelaksanaan Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting. Juga memperoleh kategori Best Performance dimana dalam pemaparan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro periode 2018-2023, Evangelian Sasingen menyampaikan soal pelaksanaan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang dilakukan Kabupaten Sitaro dengan baik disampaikan secara jelas dan efektif.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin sebagai Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurun Stunting dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 yang berlangsung di Aula Istana Wakil Presiden Jakarta Pusat, pada Jumat (06/10/2023).
Pj. Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Joi Oroh yang didampingi Kepala Bappelitbangda Ronald Pakasi menghadiri rapat sekaligus menerima Penghargaan Insentif Fiskal Kategori Penurunan Stunting Tahun 2023 sebesar Rp6,1 miliar.
Pj Bupati Joi Oroh melalui Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah Kabupaten Sitaro Ronald Pakasi saat diwawancara oleh media TRIBRATA TV, Senin, (09/10/2023) menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan kerjasama antara Pemerintah daerah, dan masyarakat, TPPS, tenaga kesehatan serta bantuan dari berbagai pihak atau mitra kerja stakeholder yang sudah turut mendukung.
“Ucapan terimakasih kepada TPPS Kabupaten kemudian ke seluruh camat, kapitalau, seluruh bapak ibu asuh, kepala perangkat daerah, bapak Wabup selaku ketua TPPS dan Ibu Bupati selaku penanggungjawab dan sebagai presentator pada saat penilaian kinerja stunting, ini pun merupakan hadiah terakhir bupati dan wakil bupati periode 2018-2023 Ibu Eva Sasingen dan John Palandung ke Kabupaten Sitaro,” tuturnya.
“Tentu hal ini juga merupakan kerja keras dari semua tim di Bappelitbangda yang menjadi eksekutor pertama sampai tercetusnya Gesit Eva’s yang sangat semangat turun lapangan ke kampung pilot project untuk Gesit Eva’s ini, “tandasnya.
Terkait dengan penanganan dan pencegahan stunting, Pakasi menjelaskan bahwa Gesit Eva’s (Gerakan Sitaro Edukasi Intervensi Stunting) ini adalah inovasi atasi stunting yang dilakukan dengan Hati.
“Artinya bukan sekedar untuk mengikuti lomba tapi inovasi ini dibuat supaya dapat berdampak kepada masyarakat, walaupun tidak seratus persen tapi dari tahun ke tahun kami mencoba berusaha menangani hal ini. Dan untuk tahun ini kita fokus ke Inovasi Gesit Eva’s Next J artinya torang lebih ke edukasi untuk atasi kehamilan pada remaja, “kata Kaban.
Lanjut dikatakan Ronald Pakasi, program penurunan kasus stunting di daerah juga telah memberi dampak yang cukup signifikan. Di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM0) di mana pada 2021 di angka 68,05 persen menjadi 68,94 persen.
“Dimana output dari pelaksanaan inovasi Gesit Eva’s ini ialah terbangunnya 8 Jamban bagi Keluarga Balita Stunting, Pembangunan Rumah Layah Huni, Pemberian Jamkesda ke semua balita lokus stunting. Sedangkan dampak outcome langsung yakni menurunnya angka kehamilam remaja dari 173 menjadi 141, kematian bayi dari 8 kasus menjadi 2 kasus, kematian ibu hamil dan melahirkan dari 6 kasus menjadi 1 kasus, “ujarnya menjelaskan.
Meski demikian, ia menyatakan, bukan berarti bahwa Sitaro telah bebas dari angka stunting, untuk itu dia berharap agar semua pihak tetap menjaga komitmen angka stunting dapat terus ditekan melalui kerjasama seluruh komponen pemerintah termasuk elemen masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras dan kerjasama seluruh komponen yang ada di Kabupaten Sitaro, dengan raihan penghargaan ini, diharapkan dapat menjadi semangat dan motivasi bagi kita semua untuk terus menjalin kekompakan dalam menurunkan angka stunting di kabupaten yang kita cintai ini.” ungkap Pakasi. (jemi lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









