Gegara Jembatan Rusak, Warga Dua Desa di Simeulue Hampir Berseteru

- Editorial Team

Minggu, 9 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simeulue, TRIBRATA TV

Warga Desa Labuan Jaya dan Desa Labuan Bakti Kecamatan Teupah Tengah Kabupaten Simeulue nyaris berseteru gegara jembatan rusak. Beruntung polisi segera turun dan memediasi hingga tercapai kesepakatan, Jumat (7/10/2022).

Peristiwa ini berawal saat seorang warga Desa Labuan Bakti bernama Mansur berinisiatif membuat jembatan darurat diatas jembatan rusak di Desa Labuan Jaya. Ia memasang jembatan darurat agar kendaraan roda pengangkut kelapa bisa lancar ke pabriknya.

Namun inisiatifnya di protes warga, tepatnya warga Dusun Ulul Falul Desa Labuan Jaya. Warga menilai ‘jembatan darurat’ yang dibangun diatas jembatan lama justru akan merusak jembatan.

Protes ini sempat memanas bahkan terjadi adu mulut antara warga Desa Labuan Jaya dan Desa Labuan Bakti.

Beruntung seorang tokoh masyarakat, Abdul Wahab serta beberapa warga lain melerai dan menenangkan situasi.

“Sebenarnya niatnya baik, namun tidak tepat karena membuat jembatan darurat dari batang kelapa diatas jembatan lama justru akan menambah beban pada jembatan lama,” kata Abdul Wahab.

Diakuinya jembatan yang dibangun pemerintah itu sudah lama retak, namun masih bisa dilalui dengan berjalan berlahan-lahan.

Menurutnya jika batang kelapa yang dipasang tersebut bisa menyentuh tiang jembatan lama atau sampai di ujung aspal, lepas dari badan jembatan, tidak ada masalah. “Artinya batang kelapa yang mereka pasang tidak terbeban di pundak atau bahu jembatan yang kondisinya saat ini rusak parah bahkan ada sebagian yang sudah terputus dan jatuh,’ jelasnya

BACA JUGA  Aulia Rachman Bangga Medan Tuan Rumah Pertunjukan Kesenian Khazanah Peyasan Aceh

Abdul Wahab menegaskan jika besok lusa terjadi kecelakaan dikarenakan jembatan yang mereka buat diatas jembatan yang ada, seluruh warga desa ini akan menuntut mereka.

“Mereka ini kami kenal, warga Desa Labuan Bakti, pengusaha kelapa, rumahnya dekat jembatan sebelum SMA,” tambahnya.

Ia menyayangkan mengapa warga luar yang menimbun jembatan di desa mereka tanpa kordinasi terlebih dahulu.

Dikatakannya, batang kelapa yang dipasang hanya membuat dan mengelabui pengendara yang belum tahu celah dan kondisi jembatan tersebut.

“Saya yang pening pak disini, sering orang jatuh celaka di jembatan itu, saya yang membantu membawa ke Rumah sakit, uang saya keluar karena pas depan rumahku,”paparnya.

Dikatakannya, bendera merah disisi jembatan yang rusak sengaja ia pasang untuk mengingatkan pengendara agar berhati-hati. “Orang lain gak mau ngurusin itu, asal jatuh atau rusak saya ganti tanpa ada rasa capek atau bosan saya demi keselamatan pengendara dan kita semua,” tegasnya lagi.

BACA JUGA  Jaringan Listrik Pangkalan Brandan - Langsa Terkoneksi, Perlu 24 Jam Operasikan Pembangkit di Aceh

Ijal, warga lainnya juga menyesalkan tindakan sepihak yang dilakukan warga desa tetangga.

“Mereka paling 2 kali dalam sehari lewat disini, kalau kami setiap saat, anak kami setiap saat lewat ke sekolah, ke Mesjid dan lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, ia sudah memberikan masukan agar batang kelapa yang dipasang tersebut dicari yang lebih panjang dan ditanam di salam aspal agar jangan ketinggian dan bisa menyatu di badan atau dibahu jalan.

“Eh malah mereka menantang dan mengajak saya bertumbuk, aduhhhh …. saya mengalah bang, kita biarkan aja, kita lihat aja, tapi jika ada yang terjadi nanti, kecelakaan sama anak kami, saudara kami, dia yang kami tuntut,” tegasnya.

Begitu mendapat informasi ada perselisihan antar warga, Kanit Binmas Polsek Teupah Tengah dan Bhabinkamtibmas segera menuju lokasi. Warga pun dimediasi agar persoalan tersebut tidak berkepanjangan.

Akhirnya dicapai kesepakatan bersama, jembatan tersebut tetap dibangun namun harus ditambah 4 batang kelapa lagi yang berukuran 6 meter agar lebih kokoh dan tahan sehingga bisa menyentuh tanah atau terlepas dari bahu jembatan yang rusak.

BACA JUGA  Bea Cukai Langsa Amankan 1,5 Juta Batang Rokok Ilegal

Sementara PLt Kadis PUPR Simeulue, Zulfatah yang dikonfirmasi tidak mengetahui terkait pembuatan jembatan darurat tersebut. Namun dia mengakui laporan masyarakat sudah mereka terima terkait jembatan yang terancam ambruk. “Tapi karena beberapa faktor, kami belum bisa turun langsung untuk meninjau,” cetusnya.

Ia berjanji pihaknya akan segera turun ke lokasi untuk melihat langsung dan memberikan pemahaman pada warga setempat sebelum mendapat anggaran pembangunan jembatan.

Menurutnya setiap pembangunan baik dari propinsi apalagi pusat harus melalui berbagai proses. (Martinus Zebua)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit
Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas
Kecelakaan Beruntun di Jalur Medan–Berastagi, 4 Orang Tewas 5 Luka
Pria Bugil yang Viral Terima Pesanan Online Diberi Pembinaan

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:43 WIB

Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:08 WIB

Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit

Berita Terbaru