Madina, TRIBRATA TV
Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti SDN 311 Sampuran Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sekolah yang menjadi tempat belajar ratusan siswa tersebut hangus terbakar pada Senin 1 Januari 2024 pukul 20.00 WIB lalu.
Ironisnya, hingga hari ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah maupun pihak terkait untuk melakukan perbaikan.
SD ini menjadi satu-satunya harapan masyarakat Desa Sampuran dan Huta Nauli untuk anak- anak mereka. Juga harapan bagi para tenaga pendidik yang ditempatkan di sekolah tersebut yang pada umumnya berdomisli di luar daerah.
Bangunan sekolah yang semestinya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk menimba ilmu, kini hanya tersisa puing-puing dan bekas arang. Proses belajar-mengajar pun terpaksa dialihkan ke salah satu sekolah PAUD yang lokasinya cukup jauh dari SDN 311
Para orang tua siswa dan masyarakat setempat menyampaikan keprihatinan mendalam. Mereka berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan. Selain menyangkut masa depan pendidikan anak-anak di daerah terpencil ini, kondisi tersebut juga menjadi cerminan kurangnya perhatian terhadap infrastruktur pendidikan di wilayah pinggiran.
Sudah satu tahun setengah lebih setelah peristiwa kebakaran, namun sampai saat ini tak satu pun langkah konkret yang dilakukan pemerintah untuk merehabilitasi atau rekonstruksi dan pemulihan sekolah.
Apakah wilayah terpencil seperti Sampuran Kecamatan Ranto Baek ini tak lagi dianggap sebagai bagian dari Mandailing Natal?. Kami sangat berharap ada perhatian serius. Masa depan anak-anak jangan diabaikan,” ujar Ahmad Afandi Nasution, Ketua Ikatan Mahasiswa Ranto Baek (IMRB) yang juga Kabid advokat dan hukum Ima Madina Pekanbaru, Senin (8/7/2025).
Ia mengaku telah mencoba mengkonfirmasi pada salah seorang pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal melalui no WhatsApp 0821-648××××, namun tidak pernah dijawab.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal terkait rencana perbaikan ataupun rehabilitasi sekolah tersebut.
Masyarakat Sampuran dan para orang tua murid kini menanti langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat yang layak dan aman bagi anak-anak belajar dan menggapai cita-cita.
“Jikalau harapan dan aspirasi kami tidak segera di realisasikan maka kami dari IMRB akan turun ke jalan menuntut hak anak anak SDN 311 Sampuran demi terwujudnya cita-cita yang diinginkan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto,” ujar Ahmad Afandi. (Ismed Harahap)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









