Madina, TRIBRATA TV
Para mafia Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Lobung Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) semakin leluasa beroperasi tanpa takut ditindak. Diduga Aparat Penegak Hukum sengaja menutup mata dengan membiarkan aktivitas ilegal ini beroperasi.
Akibat penambangan liar ini menyebabkan kerusakan hutan dan juga tercemarnya Sungai Batang Natal.
Dalam beberapa pekan terakhir ini, aktivitas PETI ini terus menjadi sorotan di berbagai media massa dan online. Namun hingga saat ini para mafia PETI Lobung masih tampak leluasa beroperasi. Tidak terlihat ada tindakan serius yang muncul hanyalah berupa spanduk imbauan.
Seorang warga Kecamatan Lingga Bayu inisial H, mengatakan belakangan ini para mafia PETI Lobung makin menjadi jadi seakan akan tidak takut terhadap Aparat Penegak Hukum. Padahal masyarakat setempat telah menyatakan sangat keberatan atas tambang emas ilegal ini.
“Selain menimbulkan rusaknya ekosistem hutan juga tercemarnya Sungai Batang Natal hingga keruh pekat,” katanya, Jumat (7/3/2025).
Menurutnya dulu air Sungai Batang Natal jernih bisa digunakan untuk mandi mencuci dan mengambil wudhu. “Sekarang bisa kita lihat hari Jumat pun mereka beroperasi padahal banyak mesjid yang dilalui Sungai Batang Natal ini dan menggunakan air sungai tersebut,” tambahnya.
Ia sangat berharap kepada Pemerintah Daerah maupun Aparat Penegak Hukum tidak menutup mata dengan secepatnya menindak semua aktivitas ilegal yang hanya menguntungkan segelintir orang. (Ismed Harahap)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









