Berpotensi Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Kejari Lutra Diminta Usut Proyek Irigasi Mangkrak

- Editorial Team

Rabu, 8 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luwu Utara, TRIBRATA TV

Kejaksaan Negeri Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan diminta mengaudit proyek pembangunan irigasi mangkrak yanh dibangun PT. Jaya Konstruksi (Jakon) dan PT. Bumi Karsa (KSO) selaku Pelaksana Proyek.

Hal ini disampaikan Aan Ely Nusdarinto, salah satu suplayer yang mengalami dugaan penipuan dan penggelapan oleh PT. Jaya Konstruksi (Jakon) dan PT. Bumi Karsa (KSO). Aan mengaku sampai ini harga materialnya belum dibayar Kontraktor Pelaksana, sementara di lapangan tampak belum tuntas pekerjaannya.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, Sabtu (4/1/2025) di Dusun Palempa Desa Subur Kecamatan Sukamaju Selatan Kabupaten Luwu Utara, Sulsel ditemukan lokasi titik jaringan irigasi yang sekilas nampak hanya menyerupai gundukan tanah dan tidak ada galian saluran irigasi seperti yang tertuang dalam kontrak kerja.

Bangunan yang belum tuntas ini sudah setahun lebih ditinggalkan PT. Jaya Konstruksi (Jakon) dan PT. Bumi Karsa (KSO) dimana kegiatan yang belum tuntas pekerjaannya hingga disorot warga setempat akibat menimbulkan dampak langsung ke pemukiman masyarakat yang kerap mengakibatkan banjir hingga merendam rumah dan lahan pertanian masyarakat setempat.

BACA JUGA  Sambang Para Remaja, Bhabinkamtibmas Polsek Bajeng Ajak Jaga Keamanan Lingkungan

Sementara beredar isu, kalau proyek pembangunan irigasi sepenuhnya telah diserahterimakan dari pihak Kontraktor Pelaksana ke Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang ((BBWSPJ) selaku pengguna anggaran, kendati kondisi bangunan belum sepenuhnya tuntas.

Aldi, salah satu warga setempat mengutarakan keresahannya selama bangunan ini ditinggal terlantar oleh Kontraktor Pelaksana rumahnya kerap terendam banjir setiap terjadi hujan.

“Kalau hujan di sini pasti banjir pak sampai berhari-hari karena timbunan proyek menghalangi arus air karena gundukan tanah itu menyumbat saluran air yang mengarah ke sungai, ketika banjir kami mesti panen buah sawit gunakan perahu karena ketinggian air sampai batas dada orang dewasa” ungkapnya, Sabtu (4/1/25).

Pernyataan Aldi ikut dibenarkan Ansar, warga yang berdekatan rumah dengan Aldi. “Selama bangunan ini tidak dilanjutkan pemukiman di sini tidak akan aman dari banjir, lihat saja pak itu tanaman warga sudah banyak yang mati termasuk pohon kelapa dan sayur kami”, terang Ansar.

BACA JUGA  Perbaikan Jalan, Polda Sulsel Kaji Penutupan Poros Maros-Bone di Camba 7 Jam Sehari

“Sejak setahun lalu proyek ini sudah tidak ada kelanjutan lagi dan ini menjadi keresahan warga di sini karena sering kali terjadi banjir yang menutupi saluran air yang mengarah ke sungai sudah beberapa kali kami gotong royong tetap saja tertimbun karena tanahnya hancur terbawa air,” imbuhnya lagi.

Lokasi ini terdapat titik bangunan melintasi jalan desa yang menghubungkan Kecamatan Sukamaju dengan Kecamatan Sukamaju Selatan yang berjarak 10 kilometer. Tak jarang ruas jalan ini terendam air akibat bangunan irigasi belum sepenuhnya tuntas akibat ditinggal pihak Kontraktor Pelaksana PT. Jaya Konstruksi (Jakon) dan PT. Bumi Karsa (KSO) tanpa alasan jelas.

Melihat kondisi ini masyarakat setempat mendesak pihak kontraktor segera menuntaskan pekerjaannya sebab dianggap sangat terpengaruh terhadap perekonomian warga setempat.

Sementara pantauan awak media di lokasi juga ditemukan kejanggalan sebab pada jalur irigasi nampak terpasang pintu air namun galian yang menyerupai saluran tidak dilakukan hingga terkesan bangunan ditinggal mangkrak begitu saja.

BACA JUGA  Lakindo Sulsel Sebut Negara Dirugikan Pembangunan Pisew Hingga Miliaran Rupiah

Melihat kondisi pekerjaan di lokasi diduga telah terjadi kerugian negara hingga miliaran rupiah karena rencana penimbunan proyek diperkirakan masih ada kiloan meter yang belum dilakukan berdasarkan pengamatan awak media pada Sabtu (4/1/2025).

Karenanya masyarakat Desa Subur Kecamatan Sukamaju Selatan khususnya mendesak pihak Kontraktor dan Konsultan Perencana Proyek segera menuntaskan pekerjaan ini sebelum menimbulkan dampak lebih besar yang berpotensi mengganggu kenyamanan serta merugikan perekonomian masyarakat setempat.

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

3 Pejabat Strategis Polres Takalar Resmi Berganti
​Semarak Malam Pertama Kemah Inspirasi Pemuda Galesong Selatan, Pentas Seni Budaya Pukau Penonton
Dukung Kemah Inspirasi Pemuda Galesong Selatan, Kades Bontokassi: “Langkah Strategis Lahirkan Pemuda Penggerak Pembangunan Desa
Polres Takalar Ukir Prestasi di Kapolda Sulsel Cup 2026: Raih Juara III dan Penghargaan Pemain Terbaik
Ketua Kelompok Proyek Irigasi P3-TGAI TA 2026 To’dosila Baru Dijabat Oknum Kepala Dusun
Raih Penghargaan Pos Satkamling Terbaik, Desa Biringkassi Terima Penghargaan dari Polres Takalar
Perkuat Sinergitas Polri dan Kejaksaan, Kapolda Sulsel Gelar Silaturahmi Bersama Kajati
Bupati Bantaeng Tinjau Pengerjaan Dua Jembatan

Berita Lainnya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:25 WIB

3 Pejabat Strategis Polres Takalar Resmi Berganti

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:05 WIB

​Semarak Malam Pertama Kemah Inspirasi Pemuda Galesong Selatan, Pentas Seni Budaya Pukau Penonton

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:27 WIB

Dukung Kemah Inspirasi Pemuda Galesong Selatan, Kades Bontokassi: “Langkah Strategis Lahirkan Pemuda Penggerak Pembangunan Desa

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:38 WIB

Polres Takalar Ukir Prestasi di Kapolda Sulsel Cup 2026: Raih Juara III dan Penghargaan Pemain Terbaik

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:14 WIB

Ketua Kelompok Proyek Irigasi P3-TGAI TA 2026 To’dosila Baru Dijabat Oknum Kepala Dusun

Berita Terbaru

Peristiwa

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:23 WIB