Sitaro, TRIBRATA TV
Kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi penanda kuat kehadiran negara di tengah duka mendalam warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Kehadiran pemerintah pusat ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud empati dan tanggung jawab negara dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Hari pertama kedatangan rombongan, Rabu (07/01/2026), langsung difokuskan pada kunjungan ke lokasi pengungsian, salah satunya Gedung Museum Ulu Siau yang menjadi pusat pengungsian terpusat bagi ratusan warga korban banjir bandang.
Di lokasi pengungsian, pejabat pusat menyapa para pengungsi, mendengar langsung keluhan serta kebutuhan mendesak yang dirasakan warga sejak bencana terjadi pada dini hari.
Kehadiran tersebut memberikan harapan baru bagi para korban yang hingga kini masih berjuang memulihkan diri dari trauma, kehilangan anggota keluarga, serta kerusakan tempat tinggal dan harta benda.

Rombongan Kemenko PMK dan BNPB dalam kunjungan ini didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Drs. Denny Kondoj, M.Si, yang memaparkan kondisi terkini penanganan darurat bencana di wilayahnya.
Memasuki hari kedua, Kamis (08/01/2026), agenda dilanjutkan dengan rapat koordinasi penanganan darurat bencana yang melibatkan unsur pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, serta instansi teknis terkait.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK RI, Dr. Lilik Kurniawan, ST., M.Si, serta Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B.

Dari unsur pemerintah daerah, hadir Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM, Wakil Bupati Hieronimus Makainas, SE., MM, serta Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip, S.H., M.H.
Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, di antaranya Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi, SE, Kepala Kejaksaan Negeri Anang Suhartono, SH., MH, serta Komandan Kodim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin.
Hadir pula Dankodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto, Danlanal Siau Kapten Laut (P) Jusak Calvien Tahulending, Danramil 1301-02/Siau Kapten Inf Steven Tedy Joseph, serta perwakilan BPBD Provinsi dan Kabupaten.

Selain itu, instansi teknis seperti Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi dan Balai Jalan Provinsi turut mengikuti rapat guna memastikan sinkronisasi penanganan infrastruktur pascabencana.
Rapat koordinasi ini menitikberatkan pada kesiapan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memahami status darurat bencana serta penanganan pengungsi secara terpadu.
Masing-masing pimpinan daerah dan instansi memaparkan secara rinci kronologi kejadian, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan di lapangan.
Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi, SE, menjelaskan Markas Komando Polres Sitaro turut diterjang banjir bandang dan tertimbun ribuan kubik material batu, lumpur, dan pasir, sehingga dilakukan mobilisasi personel dan alat berat untuk penanganan darurat.
Dari unsur TNI, disampaikan pula langkah-langkah mobilisasi pasukan dalam membantu evakuasi korban, pengamanan wilayah, serta pembersihan material banjir di sejumlah titik terdampak.

BPBD Kabupaten Sitaro dan BPBD Provinsi memaparkan kondisi terkini pengungsi, kebutuhan logistik, serta tantangan di lapangan yang membutuhkan dukungan lanjutan dari pemerintah pusat. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sitaro, Bob Wuaten, ST, mengungkapkan terdapat tujuh titik lokasi terdampak bencana di beberapa kelurahan dan kampung.
Lokasi tersebut meliputi Kelurahan Bahu Kecamatan Siau Timur yang menelan korban jiwa, Kelurahan Paseng tempat Markas Komando Polres tertimbun bebatuan, serta Kampung Bumbiha dan Kampung Peling.
Selain itu, Kampung Sanungpito dan Kampung Batu Senggo juga mengalami kerusakan parah akibat terjangan material banjir bandang.
Usai rapat koordinasi, dilakukan penyerahan bantuan dana siap pakai dari BNPB melalui Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo sebesar Rp539.955.000.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM, dan disaksikan seluruh peserta rapat koordinasi sebagai bentuk transparansi dan komitmen bersama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke titik-titik bencana, dimulai dari Markas Komando Polres Sitaro, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Sanungpito, hingga Kampung Batu Senggo.
Rombongan selanjutnya kembali ke Ondong dan melanjutkan kunjungan ke Kelurahan Bahu, sebagai penegasan bahwa negara hadir, mendengar, dan bergerak bersama masyarakat Sitaro dalam menghadapi masa sulit pascabencana. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









