Asahan, TRIBRATA TV
Hanya penyesalan yang bisa dirasakan oleh Surya Utama saat ini. Bagaimana tidak. Kegemarannya setahun terakhir ini bermain Game Online malah membawa petaka bagi dirinya sendiri.
Kini, kedua bola mata lajang berusia 19 itu mengalami kebutaan, tak mampu melihat objek yang ada di depannya.
“Seperti cahaya putih ditutupi seperti awan hitam tebal aja bang yang kelihatan. Selebihnya gak ada. Sekitar bulan 3 (2019) kemaren bang,” ucapnya saat ditemui wartawan di rumahnya, di Dusun I Desa Pinanggripan Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan, Sabtu (7/9$2019) sore.
Diceritakannya, kejadian berawal saat di satu malam, di bulan Maret lalu, bola matanya tiba-tiba memerah. Beberapa hari kemudian justru pandangan semakin hari menjadi kabur hingga akhirnya sama sekali tak bisa lagi melihat.
Dua hari berselang sejak malam itu, dirinya lantas memberitahukan kepada kedua orangtuanya
“Awalnya pada malam hari mata merah, tapi tidak perih. Besok-besoknya merahnya hilang, tapi makin lama pandangan makin sama sekarang kabur, gak bisa liat lagi bang. Trus kubilang sama Bapak dan Mamak,” ujar Surya didampingi ayahnya, Supardi.
Diakui anak pertama dari dua bersaudara ini, bila bermain Game Online, dirinya bisa menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam setiap harinya.
“Aku main Mobil Legend, PUBG, Free Fire, satu hari bisa tiga sampai lima jam main game lewat hape. Ya karena main game bang, karena gak pernah kepalaku terbentur. Ya kadang sambil ngomong sama kawan atau siapa, aku tetap main game,” akunya lagi.
Kini, masih dari Surya, hanya penyesalan yang ada dibenaknya. Ia pun mengimbau kepada remaja maupun siapa pun yang gemar bermain game hingga berjam-jam, agar berangsur-angsur mengurangi kegiatan tersebut, dan kalau bisa mengganti dengan kegiatan yang lebih positif.
“Nyesalnya baru sekarang. Buat yang lain hobi main game di hape, kalau bisa dikurangi, kalau bisa pun hentikan sama sekali. Karena memang sama sekali nggak ada manfaatnya. Akhirnya nanti seperti aku. Cari kegiatan yang lain aja,” imbuhnya dengan wajah menunduk.
Sementara itu, Supardi, ayah kandung Surya mengaku sudah berulang kali membawa anak kesayangannya itu berobat ke dokter spesialis mata.
“Dulu hampir tiap malam selalu diperingati supaya berhenti main gadget. Sekarang upaya penyembuhan ke spesialis mata di Medan. Sudah ada 5 kali. Tapi hanya diberi obat tetes mata. (Pengobatan) Gratis karena kami pakai BPJS,” ucap Supardi.
Diakui pria paruh baya berusia 57 tahun ini, selain pengobatan secara medis, Surya sudah pernah diobati secara tradisional.
“Pernah sekali, ada yang datang ngaku bisa ngobati anak kami. Bayar Rp 2,8 juta. Tapi gak taunya kami ditipu. Tukang obat gadungan rupanya. Kemaren baru ditangkap orang Polsek Air Batu,”tandasnya.
Begitupun, mengingat keterbatasan dana dan pengetahuan mereka soal penyakit yang diderita Surya, dirinya berharap ada pihak yang membantu, baik dari segi materi maupun pengobatan.
“Walaupun gratis ngobatinya, tapi sekali bawa cek up kan butuh dana juga, itu kendalanya. Kami juga butuh ada pihak yang mengerti dan tahu penanganan penyakit anak saya ini, agar ikut membantu kami. Seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan. Karena gak ada perubahan dari hasil pengobatan selama ini,” akhir Supardi.
Sementara itu, Kapolsek Air Batu Iptu Rianto SH MAP yang ikut dalam rombongan wartawan turut menghimbau kepada sejumlah pihak agar ikut membanth dalam hal memberikan pengobatan Surya.
“Mudah-mudahan ada pihak, atau donatur yang membantu. Begitu juga kita minta peran serta Pemerintah Kabupaten Asahan dalam hal ini Dinas Kesehatan agar berperan memberi pendampingan dan mencari solusi bagaimana penanganan selanjutnya. Jangan lupa berdoa,” ucap Rianto dihadapan Surya dan kedua orangtuanya. (Gon)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








