Gara-Gara Sering Main Game Online, Mata Remaja Asahan Ini Buta

- Editorial Team

Sabtu, 7 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asahan, TRIBRATA TV
Hanya penyesalan yang bisa dirasakan oleh Surya Utama saat ini. Bagaimana tidak. Kegemarannya setahun terakhir ini bermain Game Online malah membawa petaka bagi dirinya sendiri.

Kini, kedua bola mata lajang berusia 19 itu mengalami kebutaan, tak mampu melihat objek yang ada di depannya.

“Seperti cahaya putih ditutupi seperti awan hitam tebal aja bang yang kelihatan. Selebihnya gak ada. Sekitar bulan 3 (2019) kemaren bang,” ucapnya saat ditemui wartawan di rumahnya, di Dusun I Desa Pinanggripan Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan, Sabtu (7/9$2019) sore.

Diceritakannya, kejadian berawal saat di satu malam, di bulan Maret lalu, bola matanya tiba-tiba memerah. Beberapa hari kemudian justru pandangan semakin hari menjadi kabur hingga akhirnya sama sekali tak bisa lagi melihat.

Dua hari berselang sejak malam itu, dirinya lantas memberitahukan kepada kedua orangtuanya

“Awalnya pada malam hari mata merah, tapi tidak perih. Besok-besoknya merahnya hilang, tapi makin lama pandangan makin sama sekarang kabur, gak bisa liat lagi bang. Trus kubilang sama Bapak dan Mamak,” ujar Surya didampingi ayahnya, Supardi.

BACA JUGA  Laga Kambing Medan Jaya Vs Honda CBR di Batu Bara, Pemotor Tewas Ditempat

Diakui anak pertama dari dua bersaudara ini, bila bermain Game Online, dirinya bisa menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam setiap harinya.

“Aku main Mobil Legend, PUBG, Free Fire, satu hari bisa tiga sampai lima jam main game lewat hape. Ya karena main game bang, karena gak pernah kepalaku terbentur. Ya kadang sambil ngomong sama kawan atau siapa, aku tetap main game,” akunya lagi.

Kini, masih dari Surya, hanya penyesalan yang ada dibenaknya. Ia pun mengimbau kepada remaja maupun siapa pun yang gemar bermain game hingga berjam-jam, agar berangsur-angsur mengurangi kegiatan tersebut, dan kalau bisa mengganti dengan kegiatan yang lebih positif.

“Nyesalnya baru sekarang. Buat yang lain hobi main game di hape, kalau bisa dikurangi, kalau bisa pun hentikan sama sekali. Karena memang sama sekali nggak ada manfaatnya. Akhirnya nanti seperti aku. Cari kegiatan yang lain aja,” imbuhnya dengan wajah menunduk.

Sementara itu, Supardi, ayah kandung Surya mengaku sudah berulang kali membawa anak kesayangannya itu berobat ke dokter spesialis mata.

BACA JUGA  Siang Bolong, Dua Unit Rumah di Jalan Mangga Kisaran Hangus Terbakar

“Dulu hampir tiap malam selalu diperingati supaya berhenti main gadget. Sekarang upaya penyembuhan ke spesialis mata di Medan. Sudah ada 5 kali. Tapi hanya diberi obat tetes mata. (Pengobatan) Gratis karena kami pakai BPJS,” ucap Supardi.

Diakui pria paruh baya berusia 57 tahun ini, selain pengobatan secara medis, Surya sudah pernah diobati secara tradisional.

“Pernah sekali, ada yang datang ngaku bisa ngobati anak kami. Bayar Rp 2,8 juta. Tapi gak taunya kami ditipu. Tukang obat gadungan rupanya. Kemaren baru ditangkap orang Polsek Air Batu,”tandasnya.

Begitupun, mengingat keterbatasan dana dan pengetahuan mereka soal penyakit yang diderita Surya, dirinya berharap ada pihak yang membantu, baik dari segi materi maupun pengobatan.

“Walaupun gratis ngobatinya, tapi sekali bawa cek up kan butuh dana juga, itu kendalanya. Kami juga butuh ada pihak yang mengerti dan tahu penanganan penyakit anak saya ini, agar ikut membantu kami. Seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan. Karena gak ada perubahan dari hasil pengobatan selama ini,” akhir Supardi.

BACA JUGA  Sujud Prayitno Siap Hadirkan SMUN di Silau Laut

Sementara itu, Kapolsek Air Batu Iptu Rianto SH MAP yang ikut dalam rombongan wartawan turut menghimbau kepada sejumlah pihak agar ikut membanth dalam hal memberikan pengobatan Surya.

“Mudah-mudahan ada pihak, atau donatur yang membantu. Begitu juga kita minta peran serta Pemerintah Kabupaten Asahan dalam hal ini Dinas Kesehatan agar berperan memberi pendampingan dan mencari solusi bagaimana penanganan selanjutnya. Jangan lupa berdoa,” ucap Rianto dihadapan Surya dan kedua orangtuanya. (Gon)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Meriahkan Hari Jadi Ke 19, Extrim Padang Lawas Gelar Trail Adventure 3, Total Hadiah RP 50 Juta
Hadir di Tengah Masyarakat, Polres Tebing Tinggi Dukung Tabligh Akbar Majelis Taklim Muslimah Dambaan
Sorta Siahaan, Anggota DPRD Sumut Perjuangkan Ribuan Kilogram Benih Bawang Merah dan Pupuk untuk Petani Tanjungan
Tepati Janji Dua Tahun Lalu, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani di Pedalaman Toba
Bupati Nias Selatan Tegaskan Ketidakhadiran Sudah Seizin Gubernur: “Saya Sudah Minta Izin dan Beliau Memaklumi”
Aksi Jilid II, SPPPLU Ancam Hadang Truk CPO PT HPP Tak Bisa Tunjukkan Kelengkapan Dokumen Bongkar Muat
Perkuat Sinergitas, Karutan Tarutung dan Jajaran Silaturahmi ke Polres Tapanuli Utara
‎Gereja Ditutup Paksa Pakai Seng Lalu Jemaat Bongkar, Pendeta Malah di Laporkan ke Polisi

Berita Lainnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:42 WIB

Meriahkan Hari Jadi Ke 19, Extrim Padang Lawas Gelar Trail Adventure 3, Total Hadiah RP 50 Juta

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:33 WIB

Hadir di Tengah Masyarakat, Polres Tebing Tinggi Dukung Tabligh Akbar Majelis Taklim Muslimah Dambaan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:22 WIB

Sorta Siahaan, Anggota DPRD Sumut Perjuangkan Ribuan Kilogram Benih Bawang Merah dan Pupuk untuk Petani Tanjungan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:09 WIB

Tepati Janji Dua Tahun Lalu, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani di Pedalaman Toba

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:41 WIB

Bupati Nias Selatan Tegaskan Ketidakhadiran Sudah Seizin Gubernur: “Saya Sudah Minta Izin dan Beliau Memaklumi”

Berita Terbaru

Peristiwa

Asrama Ponpes Darunna’im Pontianak Dilalap Api

Sabtu, 25 Jul 2026 - 13:26 WIB