Forum Aktifis 98 Sinyalir Ada Yang Rancang Gerakan Mahasiswa Lengserkan Jokowi

- Editorial Team

Rabu, 7 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, TRIBRATA TV

Koordinator Forum Aktifis 98 Sumut, Muhammad Ikhyar Velayati Harahap mensinyalir, saat ini ada gerakan yang sedang merancang gerakan mahasiswa dengan tujuan untuk melengserkan Joko Widodo (Jokowi) dari jabatan presiden.

Ikhyar menyebutkan, unggahan meme yang bertuliskan “Jokowi: The King of Lip Service” dengan foto Presiden Joko Widodo memakai jas dan mahkota di kepala yang viral di sosial media, dan dua hari kemudian muncul konsolidasi BEMSI untuk melakukan aksi, adalah tanda-tandanya.

“Unggahan meme dan kritikan dari BEM UI bukan kebetulan, tetapi merupakan trigger dan skenario awal membangun gerakan mahasiswa yang sistimatis, bertujuan melengserkan Jokowi sebelum Pilpres 2024,” kata Ikhyar, Rabu (7/7/2021).

Menurut Ikhyar, meme yang bertuliskan ‘Jokowi: The King of Lip Service’ dari BEM UI merupakan skenario awal untuk membuat panas atmosfir politik dan mendesain gerakan mahasiswa untuk melakukan aksi secara serentak, terstruktur dan massif di seluruh Indonesia.

“Tujuannya jelas, agar Presiden Jokowi lengser sebelum Pilpres 2024. Itu harapan dalang dari gerakan tersebut,” ungkap Ikhyar.

Dituturkan Ikhyar, isu sentral yang akan digaungkan ke masyarakat oleh gerakan mahasiswa tersebut terkait kegagalan pemerintah dalam menangani Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Selain itu kasus membanjirnya TKA China di Indonesia juga akan dijadikan isu utama gerakan, targetnya agar terbangun opini dan sentimen negatif terhadap pemerintahan Jokowi.

BACA JUGA  Kapolda Sumsel Silaturahmi Bersama Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa di Rumah Kebangsaan

Strategi ini, untuk menciptakan krisis ekonomi dan politik yang bermuara pada delegitimasi pemerintah. Kemudian alurnya bisa ditebak kemana muaranya. Jika opini massa sudah terbangun dan massif, aksi demonstrasi sudah meluas, di sertai usaha blokade ekonomi untuk membuat krisis ekonomi akut yang berdampak pada krisis politik.

“Krisis ekonomi dan politik inilah yang menjadi alasan bagi partai oposisi untuk meminta sidang istimewa dan pelengseran Jokowi. Atau minimal terjadi bargaining politik, yaitu Jokowi dan partai pendukung bersedia menurunkan Presiden Treshold hingga 0 persen atau diberi akses dalam proyek nasional maupun export-impor yang selama ini mereka nikmati,” ujarnya.

Copy Paste Strategi Pelengseran Gusdur

Strategi dan taktik politik seperti ini, menurut Ikhyar sebenarnya sudah usang dan merupakan copy paste dari gerakan poros tengah saat melengserkan Presiden Gusdur tahun 2001.

“Waktu itu Gusdur konsisten melakukan reformasi politik dan ekonomi. Kebijakan Gusdur tersebut merugikan kepentingan pengusaha hitam dan elit politik Orde Baru, yang dulu mereka adalah pemain utamanya. Mereka inilah yang merencanakan pelengseran Gusdur berkoalisi dengan reformis gadungan (Poros Tengah) dengan menggunakan para juniornya di organ mahasiswa intra kampus (BEM) dan extra kampus,” tuturnya.

BACA JUGA  Sapi 1,1 Ton Milik Peternak OKI Jadi Pilihan Kurban Presiden Prabowo

Ikhyar melanjutkan, kemudian di rancang strategi, taktik dan isu gerakannya, dimulai dari pembangunan opini Gusdur korupsi kasus bulogate dan bruneigate, hingga aksi massa dan berakhir dengan Sidang Istimewa MPR RI digelar pada 23 Juli 2001 yang bermuara pelengseran Gusdur dari jabatan Presiden.

Ikhyar mengatakan, sebenarnya Gusdur punya basis massa dan kekuatan untuk melawan kaum reaksioner tersebut, tetapi beliau tidak menggunakannya untuk menghindari pertumpahan darah, walaupun beliau tahu sedang di kudeta secara merangkak.

Saat ini, menurut Ikhyar, harapan kaum oposisi opurtunis di parlemen maupun yang di luar parlemen untuk melengserkan Jokowi tidak akan berhasil. Karena, kimiawi politik dan kondisi objektifnya berbeda ketika saat Gusdur di lengserkan.

“Saat ini Presiden Jokowi didukung 75 persen anggota parlemen di DPR, kemudian mayoritas Parpol besar dan pemenang pemilu loyal dan berada di belakang Presiden Jokowi,” jelasnya.

BACA JUGA  Kapolres Madina Terima Audensi PMII: Kolaborasi Menuju Pemilu Damai 2024

Faktor lain menyebabkan skenario pelengseran Jokowi akan gagal, karena masyarakat masih fokus bergotong royong bersama pemerintah dalam mengentaskan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi, sehingga isu-isu politik tidak menjadi prioritas utama rakyat.

Selain itu, mayoritas organ gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil juga masih mendukung kepemimpinan Jokowi, bahkan dukungan tiga priode pun mencuat saat ini.

Dan yang paling penting, kata Ikhyar, tentunya Kyai-Kyai NU sudah belajar dari pengalaman sejarah masa lalu. Kyai dan massa NU tentunya tidak akan tinggal diam lagi jika pemimpin mereka di jatuhkan kembali seperti saat Gusdur jadi presiden,” ujar Ikhyar. (Edrin/r)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Dari Tokoh Pemuda Desa ke Anggota DPRD, Perjalanan Politik Mahmuddun Hasibuan Bersama Partai Demokrat
Maju Calon Ketua DPD Golkar Tanjungpinang, Fathir Ingin Kembalikan Kejayaan Partai
PDIP Resmi Usulkan Moghtar Kaudis Jadi Ketua DPRD Sitaro, Surat Dibacakan dalam Paripurna HUT ke-19 Kabupaten
Pilkades Gelombang II Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Sukses
Gerindra Sitaro Bidik 7 Kursi DPRD, Semangat ‘Tiga Solid’ Menggema di Rakerda Sulut
Di Musancab PDIP Taput, Rapidin Simbolon Tegaskan Militansi dan Konsistensi Berjuang untuk Rakyat
Musancab PDI Perjuangan Sitaro Digelar di Tagulandang, Olly Dondokambey Tekankan Soliditas dan Ketahanan Pangan
Anggota DPRD Sumut, Dasa M Sinaga Gelar Reses di Simalungun

Berita Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Dari Tokoh Pemuda Desa ke Anggota DPRD, Perjalanan Politik Mahmuddun Hasibuan Bersama Partai Demokrat

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:42 WIB

Maju Calon Ketua DPD Golkar Tanjungpinang, Fathir Ingin Kembalikan Kejayaan Partai

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:54 WIB

PDIP Resmi Usulkan Moghtar Kaudis Jadi Ketua DPRD Sitaro, Surat Dibacakan dalam Paripurna HUT ke-19 Kabupaten

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:17 WIB

Pilkades Gelombang II Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Sukses

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:18 WIB

Gerindra Sitaro Bidik 7 Kursi DPRD, Semangat ‘Tiga Solid’ Menggema di Rakerda Sulut

Berita Terbaru