Upaya Tekan Stunting, Kecamatan Siau Timur Gelar Penyuluhan Keluarga Berencana di Ocean View Boulevard

- Editorial Team

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sitaro, TRIBRATA TV

Pemerintah Kecamatan Siau Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) yang digelar di Ocean View Boulevard Siau, Selasa (2/12)2025). Kegiatan ini menghadirkan para pemangku kepentingan tingkat kecamatan hingga para penyuluh dari BKKBN.

Aula terbuka Ocean View Boulevard menjadi saksi antusiasme peserta ketika Camat Siau Timur, Riki Ronald Lumekeki, resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam upaya menurunkan angka stunting.

Seluruh lurah dan kapitalau di wilayah Kecamatan Siau Timur turut hadir sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program ini. Mereka menjadi bagian penting dalam memastikan pesan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti hingga ke tingkat kampung.


Kegiatan penyuluhan menghadirkan Yuni Minarti, Amd.Keb, PLKB Siau Timur sekaligus Penyuluh Kemendukbangga BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Sitaro, sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan berbagai materi strategis mengenai kondisi terkini stunting di wilayah Sulawesi Utara dan khususnya Siau Timur.

Dalam pemaparannya, Yuni membeberkan tren positif penurunan stunting di Sulawesi Utara. “Puji syukur angka stunting di Sulut menurun dari 21,3% menjadi 20,8%. Sementara di Kabupaten Sitaro, tahun 2024 turun dari 24,9% ke 19,9%,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa target nasional pada 2045 diharapkan bisa menekan angka tersebut hingga 5,9%.

BACA JUGA  Optimalisasi Manajemen ASN, Wakil Bupati Sitaro Audiensi dengan BKN


Lebih jauh, Yuni memaparkan kondisi terbaru di Kecamatan Siau Timur. Untuk kategori balita stunting, tercatat dua kasus di Kampung Lia dan satu kasus di Kampung Apelawo. Meski begitu, perkembangan berat badan dan tinggi balita tersebut menunjukkan tren membaik, menandakan intervensi pemerintah dan puskesmas telah berjalan efektif.

Sementara itu, kasus balita gizi kurang mencapai 16 anak pada periode terakhir, menurun signifikan dibanding data bulan Juni 2024 yang mencatat 28 kasus. Sebanyak 12 balita dinyatakan lulus dan kembali ke status gizi normal, sementara sisanya masih menjalani pemantauan intensif.

Data juga mencatat adanya dua ibu hamil dengan kondisi KEK (Kekurangan Energi Kronis) masing-masing dari Kampung Karalung dan Bebali. Puskesmas memberikan pendampingan berupa pemberian makanan tambahan selama tiga bulan, sebagai langkah pencegahan dini terhadap risiko stunting.

BACA JUGA  Pj. Bupati Joi Oroh Hadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Bank SulutGo


Untuk kasus gizi kurang lainnya, seperti di Kampung Buise, intervensi dilakukan langsung oleh pihak kantor kampung melalui pemberian makanan tambahan. Upaya ini menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan, tetapi juga pemerintah kampung.

Narasumber juga menyoroti pentingnya peran puskesmas. Kepala Puskesmas Ulu menjelaskan bahwa pihaknya terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi, baik melalui media sosial maupun layanan langsung seperti Posyandu. “Kami tetap memprioritaskan edukasi sebagai langkah pencegahan,” jelasnya.

Dalam sesi penyuluhan, Yuni juga menekankan pentingnya pelayanan Posyandu sebagai garda terdepan pemantauan tumbuh kembang anak. Ia mengapresiasi dukungan lurah yang selalu menyediakan fasilitas Posyandu, sehingga layanan gizi dan KB dapat berjalan optimal.

Untuk ibu hamil, sejumlah intervensi dipaparkan, mulai dari pemberian makanan tambahan, tablet tambah darah sebanyak 180 butir, konsumsi makanan bergizi seimbang, hingga pemeriksaan kehamilan enam kali selama masa gestasi. Langkah-langkah tersebut berperan vital dalam mencegah risiko kelahiran bayi stunting.

Yuni juga menekankan kembali pentingnya ASI eksklusif, terutama praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD). “Tolong sampaikan di setiap Posyandu, pertahankan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Belum waktunya bayi diberi susu formula,” tegasnya dalam sesi penyuluhan.

BACA JUGA  Exit Meeting Pemkab Sitaro bersama Tim BPK Perwakilan Sulawesi Utara

Untuk anak usia 6–23 bulan, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan obat cacing juga menjadi bagian dari intervensi yang harus dipastikan berjalan konsisten oleh tenaga kesehatan dan orang tua.

Kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan pesan Camat Siau Timur bagi seluruh peserta agar terus menjadi agen perubahan. “Kolaborasi dan komitmen adalah kunci. Mari kita jaga generasi masa depan Siau Timur agar tumbuh sehat dan cerdas,” pungkasnya. (Jemi Lahutung)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban
Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027
Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar
15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026
Kapolres Lhokseumawe Hadiri Pisah Sambut Dandim 0103/Aceh Utara, Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Nasir Nurdin Nyatakan Siap Maju Kembali sebagai Ketua PWI Aceh Periode 2026–2031
Mahasiswa Universitas Ibrahimmy Genteng KKN di Desa Srateng Cluring
Tag :

Berita Lainnya

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:37 WIB

Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:41 WIB

Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:26 WIB

Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:10 WIB

15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026

Berita Terbaru