Jepara, TRIBRATA TV
Di sudut Desa Ujungpandan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, berdiri sebuah sekolah sederhana yang jauh dari kata layak. Bangunan itu menjadi tempat belajar bagi 43 siswa yang setiap harinya datang dengan harapan masa depan yang lebih baik, meski harus menghadapi kenyataan pahit: banjir yang datang hampir setiap musim hujan.
Sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, Sa’adah S.Pd., ini telah bertahun-tahun bergelut dengan kondisi lingkungan yang tidak bersahabat. Ketika hujan turun deras, air perlahan naik dan menggenangi ruang kelas. Buku-buku basah, lantai berlumpur, dan aktivitas belajar mengajar pun terpaksa terganggu, bahkan sering kali dihentikan.
Bagi para siswa, situasi ini bukan lagi hal baru. Mereka sudah terbiasa mengangkat kursi, menyelamatkan perlengkapan belajar, dan menunggu air surut sebelum bisa kembali belajar. Namun, kebiasaan ini menyimpan keprihatinan mendalam—hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak seolah terpinggirkan oleh kondisi yang tak kunjung mendapat perhatian serius.
Sa’adah S.Pd., menyampaikan harapannya dengan nada penuh keteguhan. “Kami tetap berusaha menjalankan kegiatan belajar mengajar semaksimal mungkin, meskipun kondisi sekolah sering terendam banjir. Anak-anak tetap semangat, tapi tentu kami sangat berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah agar sekolah ini bisa lebih layak dan aman,” ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (6/5/2026).

Warga sekitar juga turut menyuarakan keprihatinan. “Setiap tahun pasti banjir. Anak-anak jadi tidak nyaman belajar,” ungkap salah satu warga.
Ia berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi ini, baik melalui renovasi sekolah maupun penanganan banjir yang lebih menyeluruh.
Hingga kini, belum terlihat solusi konkret yang mampu mengakhiri persoalan tahunan tersebut. Padahal, di balik dinding-dinding sederhana sekolah itu, tersimpan semangat besar dari para siswa dan guru untuk terus belajar dan mengajar.
Kisah sekolah di Ujungpandan ini menjadi cerminan bahwa masih ada ruang-ruang pendidikan yang membutuhkan perhatian lebih. Di tengah segala keterbatasan, mereka tetap bertahan—menjaga harapan agar suatu hari nanti, belajar tidak lagi harus berdampingan dengan genangan air. (Didik)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online










