Pemred TRIBRATA TV Kena Tipu Travel Umroh Abal-abal, Ijin Alsaf Tour Telah Dinonaktifkan dan Dibekukan Kemenag

- Editorial Team

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, TRIBRATA TV

Salah seorang korban penipuan travel umroh Alsaf Tour, Edrin Adriansyah Nasution mendesak kepolisian segera menuntaskan sejumlah laporan yang disampaikan para korban.

“Tercatat laporan-laporan para korban itu ada di Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area dengan jumlah kerugian miliaran rupiah,” kata Edrin yang juga Pemimpin Redaksi TRIBRATA TV ini, Senin (6/4/2026).

Laporan di Polda Sumatera Utara, ada 64 calon jemaah umroh yang menjadi korban Alsaf Tour atau PT Safira Makkah Madinah Wisata. Kantor perusahaan ini awalnya beralamat di Jalan Dusun Jogja, Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, yang ternyata telah tutup.

Lalu kantor travel ini diketahui telah beberapa kali pindah alamat, mulai dari Beringin, Lubuk Pakam, Medan Denai, Jalan Brigjen Katamso Medan hingga saat ini beralamat di Jalan Harapan Pasti Medan.

Dalam laporan di Polda Sumut, para korban mengalami kerugian hingga Rp1,4 miliar.

Bahkan akibat banyaknya korban penipuan Alsaf Tour, sejumlah pengacara membuka posko pengaduan.

“Terkait (penipuan) ini kami dari Law Firm Pelita Konstitusi membuka posko pengaduan mulai hari ini agar dapat menghimpun para korban yang tersebar baik itu di Pulau Sumatera dan Jawa,” kata Dongan N Siagian, SH didampingi Haris Dermawan, SH, MH, Bayu Subronto, SH dan Satria Adiguna, SH pada 9 Oktober 2025 lalu.

BACA JUGA  Hampir 2 Tahun Laporan Penipuan Rp3 M oleh PT Mahakarya Artha Persada Mandek di Polres Metro Bekasi

Di posko ini tercatat telah menampung 19 korban. Mereka juga telah mendesak aparat kepolisian bertindak cepat agar tidak lagi muncul korban-korban baru.

“Kita juga sudah membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan dan memblokir izin Travel Umroh Alsaf Tour ke Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara. Namun hingga saat ini Travel Umroh Alsaf Tour masih melakukan aktifitas promosi dengan menawarkan perjalanan paket umroh sampai saat ini. Kami menduga ada oknum-oknum di Kanwil Kemenag Sumatera Utara yang membekingi Travel nakal ini,” ungkap Dongan saat itu.

Sementara seorang sumber di Kantor Kementrian Agama Sumatera Utara yang yanh dikonfirmasi pada Selasa (31/3/2026) mengakui kalau sampai saat ini ijin PT Safira Makkah Madinah Wisata dinonaktifkan dan diblokir. Alasannya karena banyaknya korban travel ini.

“Sejak tahun 2025 buka tutup pak (permasalahan diselesaikan dan mengulah lagi sempat beberapa kali sampai akhir 2025 hingga hari ini belum bisa menyelesaikan masalahnya kami sudah memanggil dan menjatuhkan sangsi status PPIU tidak aktif dan diblokir dan sudah di laporkan korban jemaah kepolisian,” jawab sumber melalui pesan WA.

Diketahui pemilik perusahaan PT Safira Makkah Madinah Wisata adalah Andi Suwardani Harahap, yang sempat dikenal sebagai salah satu caleg PPP di Padang Lawas Utara (Paluta). Ia bahkan sempat mengajukan diri menjadi Ketua PPP Paluta.

BACA JUGA  Gelorakan Semangat Jalasena, Lanal Palembang Peringati Hari Armada

Ia juga sempat menjadi Ketua Alwashliyah Kabupaten Paluta periode 2021-2026. Namun di tahun 2023, ia diberhentikan menyusul banyaknya pengaduan penipuan dari warga Alwashliyah.

“Banyak disini korbannya bang, mulai dari Paluta hingga Madina, mereka juga dijanjikan berangkat umroh namun tak pernah jadi,” kata seorang sumber yang pernah dekat dengan Andi.

Ia bahkan mengaku tidak mengetahui keberadaan Andi dan keluarga saat ini. “Sudah 3 tahun gak pernah nampak disini (Paluta),” katanya lagi.

Bahkan adik Andi yang pernah mencalonkan diri menjadi kepala desa juga dikabarkan menghilang. Ia mendengar desas desus kabarnya Andi telah tinggal di Kairo, Mesir. “Begitu kabar beredar disini bang”, tegasnya.

Dengan begitu banyaknya korban penipuan Alsaf Tour ini, Edrin mendesak Kementrian Agama Sumatera Utara untuk proaktif bekerjasama dengan pihak kepolisian mengejar pertanggungjawaban pemilik PT Safira Makkah Madinah Wisata.

“Dugaan saya korbannya sudah mencapai ribuan orang, banyak yang tidak melapor ke polisi karena tinggalnya jauh di kampung-kampung Paluta, Palas, Tapsel, dan Madina bahkan dari Riau,” kata Edrin.

Edrin sendiri telah membuat laporan ke Polsek Medan Area pada Sabtu (4/4/2026). Sebelumnya di Polsek Medan Area juga telah menerima laporan serupa dari 4 orang warga Kabupaten Asahan.

BACA JUGA  Ini Kronologi 5 Anggota TNI Diserang 15 WNA China Bersenjata di Kalbar

Karena itu Kemenag Sumut tidak boleh lepas tangan dan harus juga mendorong kepolisian menyelesaikan masalah ummat ini. Dugaan adanya ‘main mata’ antara oknum Kemenag Sumut dengan pihak travel diduga menyebabkan perusahaan ini tetap bisa berpromosi di media sosial.

“Hingga saat ini mereka masih promosi di Instagram dan tiktok mencari calon-calon jemaah baru,” ujarnya lagi.

Edrin juga meminta Polda Sumatera Utara segera memblokir rekening PT Safira Makkah Madinah Wisata, agar tidak ada korban baru.

“Dengan banyaknya korban dan laporan yang masuk ke polisi, harusnya Polda Sumut bisa bergerak cepat karena ini akan menjadi prestasi bagi jajaran kepolisian. Ribuan orang akan mengapresiasinya,” tutup Edrin. (Red)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Kapolres Lhokseumawe Salurkan Bantuan kepada Lansia Sakit Menahun di Uteunkot, Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat
Tim Jatanras Elang Sakti Polres Tebing Tinggi Ungkap Kasus Pencurian Tabung Gas Elpiji 3 Kg, Seorang Pelaku Ditangkap
Polres Kampar Ungkap Beberapa Kasus Menonjol di Bulan Juli
‎9 Tahun Urus Izin Gereja GPT Tidak Keluar, Syarat Lengkap Pemko Medan Hanya Janji
Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Sita 5,3 Ton Barang Bukti
Gelapkan Motor Atlet Disabilitas, Jukir dan Penadah Gol di Polsek Medan Kota
Dipasangi Barikade dan Beragam Rintangan, Sarang Narkoba Serba Jadi Sunggal Digerebek
Simpan Sabu dan Ganja, Petani di Karo Ditangkap

Berita Lainnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:13 WIB

Kapolres Lhokseumawe Salurkan Bantuan kepada Lansia Sakit Menahun di Uteunkot, Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:26 WIB

Tim Jatanras Elang Sakti Polres Tebing Tinggi Ungkap Kasus Pencurian Tabung Gas Elpiji 3 Kg, Seorang Pelaku Ditangkap

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:43 WIB

Polres Kampar Ungkap Beberapa Kasus Menonjol di Bulan Juli

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:25 WIB

‎9 Tahun Urus Izin Gereja GPT Tidak Keluar, Syarat Lengkap Pemko Medan Hanya Janji

Senin, 20 Juli 2026 - 13:19 WIB

Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Sita 5,3 Ton Barang Bukti

Berita Terbaru