Hukum  

Pacari Sampai Hamil, Pengusaha Terkenal Rantauprapat Menolak Bertanggungjawab

Labuhanbatu, TRIBRATA TV

Terenyuh atas nasib seorang bayi yang baru dilahirkan namun tak diakui bapaknya, sejumlah awak media mengumpulkan uang membantu ibu sang bayi. Bantuan bahan pokok seperti beras, susu, telur, kacang hijau, minyak goreng, gula, sabun mandi anak, minyak telon dan kelambu disampaikan pada sebut saja Mawar (20), Rabu (3/6/2020).

IMG-20240227-124711

Bayi perempuan yang baru berusia 16 hari itu adalah hasil hubungan gelap Mawar dengan AN warga Jalan Cut Nyak Dien Rantau Utara, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Ironisnya AN yang duda ini tidak mau mengakui sang bayi walaupun hubungan pacaran mereka terbilang cukup lama.

Para awak media yang hadir menguatkan Mawar dan keluarga untuk tetap tabah. Apalagi kasus ini sudah didampingi Lembaga Perlindungan Anak.

Mawar hanya bisa menangis saat menerima kedatangan rombongan awak media. Ia mengatakan sampai saat ini masih berhutang pada Klinik Meme sebesar Rp1,4 juta atas biaya persalinannya.

Kasus ini cukup menghebohkan warga Kota Rantauprapat, karena AN adalah seorang pengusaha terkenal yang memacari Mawar cukup lama namun tidak mau bertanggungjawab.

Menurut Mawar, ia berpacaran dengan AN sejak Agustus 2019. Hubungan mereka sudah sangat dekat sampai sering melakukan hubungan suami istri. Ia ingat betul beberapa hotel yang sering mereka datangi, seperti Hotel Bulu Pagar di Bulucina, Rantau Selatan.

Namun begitu mengetahui Mawar hamil, AN pun berupaya menghindar. Ia tidak mau bertanggungjawab.

“Sejak Desember 2019, ia tak mau komunikasi lagi,” kata Mawar.

Hingga pada bulan Februari 2020, keluarga Mawar menemui AM menuntut pertanggungjawaban. Saat itu AN berjanji akan memenuhi kebutuhan hidup anaknya sebesar Rp5 perbulan dan akan menyiapkan rumah untuk anaknya.

Perjanjian itupun dibuat tertulis dengan materai 6000. Namun lagi-lagi janji tinggal janji.

Saat Mawar melahirkan pada Jumat (22/5/2020), AN yang diberitahukan hal itu dengan enteng mengatakan tidak mau lagi berurusan dengan Mawar.

“Dia jawab tidak mau lagi bertanggungjawab. Mulai saat ini, Mawar bukan urusan saya lagi,” kata AN saat itu.

“Saya hanya butuh tanggungjawab dia. Dia tidak lagi mau berkomunikasi. Padahal kami punya perjanjian tertulis lengkap dengan saksi,” lirih Mawar sambil menangis.

Apesnya, karena tidak memiliki biaya persalinan, Mawar pun terpaksa berutang. “Jangankan uang Rp5juta dan rumah yang dijanjikan dia. Biaya persalinan saja tidak diberi dan terpaksa berutang ke bidan. Keluarga saya semua tidak akan tinggal diam dengan semua perbuatan dia. Kami akan buat laporan ke polisi,” tegas Mawar didampingi ibunya dengan nada tinggi dan kecewa. (Red)

Respon (4)

  1. Makanya kalau pacaran jangan kasih kehormatan mu, ingat perbuatan kalian itu dosa besar dan tidak seharus nya aib mu kau umbar di medsos. Sesalah salahnya cowok cewek lebih salah kenapa dia mau, klo cewek nya ga mau pasti gak bakal terjadi.

  2. Kalo yg begini jelas dua2nya yg salah org sama2 mau kok yakan.
    Ya itu resiko sicewek lah kok mau gituan sama duda. Apa dia gak mikir siduda itu mau gituan krn haus nafsu
    Haahh sudahlah semoga Tuhan memberi rezeki yg melimpah buat si adek bayi.. diberi kesehatan jugak

  3. Jangan salahkan sepihak,! kedua-duanyalah yg salah,sunggu naujubillahiminjali perbuatan kalian di atas dunia di bawah langit,bagaikan saiton yg mungkin tidak memiliki agama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *