Labuhanbatu, TRIBRATA TV
Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu abai dengan tugas dan tanggungjawab, lantaran kondisi Sekolah Dasar (SD) Negeri 16 Panai Tengah, Dusun I Malindo, Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, rusak parah dan memprihatinkan, Selasa (6/1/2026).
Akibat dari kondisi SD Negeri 16 Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu yang sangat memprihatinkan ini, sejumlah fasilitas sekolah rusak cukup parah mulai dari ruang kelas yang tidak layak, atap bocor, asbes hancur dan banyak yang bolong-bolong.
Siswa-siswi dan guru pun mengalami ketidaknyamanan dalam proses belajar mengajar.
Usai libur panjang, diawal tahun, kru TRIBRATA TV menemukan kondisi sekolah seakan tidak berpenghuni, kondisi sekolah yang porak-poranda, sehingga menghambat kenyamanan siswa serta keselamatan dalam proses belajar mengajar.
Pantauan di lokasi beberapa ruang kelas tampak lantainya sudah hancur, meja belajar patah dan sudah banyak yang tidak layak. Kondisinya juga memprihatinkan. Menjadi pertanyaan dimana perhatian kepala sekolah dan dinas terkait.
Saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam ruangan sebagian atap ada yang bocor, sehingga siswa terpaksa belajar dalam kondisi tidak nyaman. Bahkan, sebagian perabot sekolah seperti meja kursi terlihat sudah rusak tidak layak digunakan.
Orang tua siswa dan masyarakat sekitar mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu segera turun tangan dan tidak menutup mata terhadap nasib dunia pendidikan di wilayah Panai Tengah.
“Kami sangat berharap ada perhatian serius. Anak-anak adalah masa depan, jangan sampai mereka belajar dalam kondisi yang membahayakan,” ujar warga setempat.
Menurut informasi kondisi sekolah yang memprihatinkan tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada perhatian dari Dinas pendidikan Kabupaten Labuhanbatu.
Kepala Sekolah SD Negeri 16 Panai Tengah, Berlin Sitohang, saat dikonfirmasi mengatakan ia menjabat Kepala SD Negeri 16 defenitif sudah lebih kurang 5 tahun, dan siswa-siswi terakhir berjumlah 234 orang, sementara guru honor ada 7 orang.
Disinggung soal kondisi sekolah yang tidak ada perbaikan, Berlin mengatakan hal itu sudah diusulkan sejak tahun 2025, dan sedang menunggu penandatangan MoU dengan pihak terkait, dan kemungkinan akan direalisasikan tahun 2026 ini.
Salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya, menilai lambannya penanganan menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap fasilitas pendidikan dasar, terutama di wilayah pinggiran.
Dengan kondisi ini, masyarakat mendesak pihak terkait agar segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan serta mengalokasikan anggaran perbaikan.
Mereka berharap SD Negeri 16 Panai Tengah dapat segera diperbaiki agar siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan layak sebagaimana mestinya. (Kholik Saragih)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









