Pameran Kepurbakalaan Benda Bersejarah di Banyuwangi

- Editorial Team

Selasa, 5 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi, TRIBRATA TV

Berbagai benda kuno dan bersejarah di Banyuwangi dipamerkan dalam Pameran Kebudayaan yang digelar di pelataran kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, 4-6 Oktober 2021.

Ada artefak Lingga Sempurna yang terbuat dari batuan andesit berwarna hitam keabu-abuan. Artefak ini biasanya digunakan umat Hindu sebagai sarana pemujaan pada Dewa Siwa.

Ada pula Stupica yakni, miniatur stupa yang terbuat dari tanah liat dan ditemukan di area situs Gumuk Klinting Muncar. Artefak ini digunakan umat Budha untuk sarana pemujaan terhadap sang Budha.

Diperkirakan benda – benda tersebut berasal dari abad 17 saat Banyuwangi masih berbentuk Kerajaan Blambangan.

Kepala Disbupar Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan pameran kepurbakalaan ini sebagai media promosi sekaligus edukasi.
“Jadi Banyuwangi tak hanya kaya akan destinasi wisata, tapi juga budaya dan situs yang harus kita lestarikan, “tutur Bramuda pad Senin (4/10/2021).

BACA JUGA  Kampung Tertua di Surabaya Siap Sambut Imlek

Dalam pameran itu pengunjung juga bisa melihat benda-benda purbakala lainnya yang ditempatkan di Museum Blambangan, seperti koleksi lukisan kuno, barang barang antik, foto-foto Banyuwangi Tempo Doeloe dan mengunjungi Pusat Informasi Geopark Ijen.

Kegiatan ini juga diisi dengan pengenalan tentang geografi Ijen kepada para pelajar yang dihadiri para pelajar. Mereka dikenalkan bahwa benda-benda purbakala memanfaatkan material geologi yang ada disekitarnya.

Misalnya Kerajaan Macan Putih yang terlihat dari sisa bangunannya di daerah Kabat memakai bata yang materialnya berasal dari endapan gunung api Raung,sehingga dari sisi kekuatan jauh lebih baik daripada batu bata sekarang.

Selain perkenalan tentang geografi, kegiatan ini juga diisi dengan Kajian Benda Museum yang menghadirkan Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur, khusus untuk mengulik beberapa peninggalan benda purbakala. Kemudian dihari terakhir akan ada pembacaan dan pengenalan Lontar Yusuf dengan menghadirkan pelakunya langsung dari Desa Kemiren dan Jambesari.

BACA JUGA  Hadiri Harlah PMII, Kapolres Bondowoso Ajak Sukseskan Vaksinasi

Mocoan Lontar Yusuf merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat suku Osing Banyuwangi berupa pembacaan Lontar (naskah) Yusuf. Lontar Yusuf adalah kitab kuno yang tertulis dengan aksara pegon dan berisi tentang Kisah Nabi Yusuf. Bentuknya berupa puisi tradisional yang terikat dalam aturan yang disebut pupuh. Total dalam Lontar Yusuf terdapat 12 pupuh,593 bait dan 4.366 larik.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menetapkan Mocoan Lontar Yusuf sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2019.

Pengunjung pameran ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Termasuk mendorong agar pengunjungnya mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi sebelum memasuki lokasi pameran.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan Pemkab Banyuwangi secara bertahap mulai menggelar sejumlah event di daerah untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata.

BACA JUGA  Polresta Banyuwangi Sediakan Bus Balik Mudik Gratis Tujuan Surabaya dan Malang

“Namun protokol kesehatan tetap kami utamakan.Event bisa jalan, tapi pengunjung dan penyelenggara harus wajib taat prokes. Seperti di pameran purbakala ini kami lengkapi dengan fitur aplikasi Pedulilindungi untuk memantau pengunjung, “pungkas Ipuk. (irawan)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Dukung Program Polda Riau, Polsek Simpang Kanan Turun ke Lahan Jagung Bersama Warga
Polsek Binawidya Gelar Jumat Berkah Bersama Ojol
Jelang HUT Bhayangkara, Kapolres Merangin Anjangsana ke Warakauri
Polres Bintan Mediasi Kelompok Nelayan 2 Desa
Mubazir, Sejak Dibangun 2011 dan Direhab Gedung Guru di Tanjungpinang Tak Pernah Ditempati
Ketahanan Pangan, Polsek Simpang Kanan Rohil Cek Tanaman Jagung
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Batang Cenaku Cek Tanaman Cabe Warga
Sitaro Raih Penghargaan Nasional UKPBJ Level 3, Bukti Komitmen Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Profesional

Berita Lainnya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:21 WIB

Dukung Program Polda Riau, Polsek Simpang Kanan Turun ke Lahan Jagung Bersama Warga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:27 WIB

Polsek Binawidya Gelar Jumat Berkah Bersama Ojol

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:17 WIB

Jelang HUT Bhayangkara, Kapolres Merangin Anjangsana ke Warakauri

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:31 WIB

Polres Bintan Mediasi Kelompok Nelayan 2 Desa

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:45 WIB

Mubazir, Sejak Dibangun 2011 dan Direhab Gedung Guru di Tanjungpinang Tak Pernah Ditempati

Berita Terbaru