Puluhan Spanduk Tolak Klaim Tanah Adat Bertebaran di Sihaporas

- Editorial Team

Senin, 5 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simalungun, TRIBRATA TV

Puluhan spanduk bertuliskan penolakan atas klaim tanah adat dari pihak Lamtoras bertebaran dipasang di tiang dan pohon-pohon tinggi yang berada di seputaran kawasan Sihaporas, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Spanduk-spanduk itu dipasang dalam beberapa hari ini, dan pemasangan terbanyak terjadi pada Minggu (4/9/2022) sore.

Dua putra asli daerah Sipolha, yakni Rikkot Damanik dan Thamrin Damanik kepada wartawan, Minggu (4/9/2022) malam mengatakan, pemasangan spanduk-spanduk itu sebagai sikap dari keturunan Damanik Sipolha yang mengecam keras adanya pihak yang mengatasnamakan kelompok Lamtoras dengan mengklaim adanya tanah adat di Sihaporas, Kecamatan Sidamanik.

BACA JUGA  Jelang Nataru, Polisi Cek Tol Siantar - Tebing Tinggi

Bahkan, Thamrin Damanik mengatakan, mereka akan membuat pernyataan sikap tegas untuk menghempang adanya klaim tanah adat di Sihaporas.

Pernyataan sikap itu katanya, akan ditandatangani para keturunan Partuanon Damanik Sipolha dan masyarakat Sipolha, yang intinya menyatakan sikap bersama untuk menolak dengan keras, membantah dan tidak mengakui atas klaim atau upaya-upaya kelompok Lamtoras untuk mendapatkan pengesahan Sihaporas menjadi Tanah Adat Masyarakat Hukum Adat (MHA), Hutan Adat serta Hak Ulayat dari pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun.

BACA JUGA  KSBI'92 Gelar Rakernas di Parapat

Ia beralasan di Bumi Habonaran Do Bona yaitu Simalungun tidak dikenal atau tidak ada yang namanya Tanah Adat/Ulayat. Selain itu unsur-unsur atau syarat-syarat Desa Sihaporas disahkan menjadi Tanah Adat bertentangan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.17/MenLHK/Serjen/kum.1/8/2020 tentang Hutan Adat dan Hutan Hak.

Tambahnya, bahwa di bumi Habonaran do Bona yaitu Simalungun hanya dikenal Raja Marpitu. (rel)

BACA JUGA  Samakan Persepsi Kapolres Simalungun Gelar Pertemuan dengan Pengelola SPBU

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa
Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit

Berita Lainnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:21 WIB

Nelayan Pulau Pamulikang Temukan Jenazah Korban KM Nurul Salsa

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Berita Terbaru