Manado, TRIBRATA TV
Masa depan Indonesia tak bisa dibangun sendiri. Semangat kolaborasi itu terpancar kuat dari seminar nasional yang digelar Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (1/8/2025) di Four Points by Sheraton Manado. Dengan tema “Arsitektur, Regulasi dan Teknologi dalam Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi ruang temu strategis antara para arsitek, akademisi, dan pemangku kebijakan dalam membangun negeri.
Tak sekadar seremoni, seminar ini dirangkaikan dengan pelantikan pengurus IAI Sulut masa bakti 2025–2028, pameran karya arsitek lokal, serta pelantikan anggota baru IAI. Suasana ruang menjadi lebih hidup dengan hadirnya pameran bertajuk “Future Forward Through BIM”, yang memperlihatkan peran teknologi digital dalam desain dan konstruksi masa depan.

“Arsitektur bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang merancang masa depan,” ujar Ar. Salem Suak, IAI, Ketua IAI Sulut, dalam sambutannya. Ia menegaskan pentingnya peran arsitek dalam menghadirkan ruang hidup yang manusiawi, berkelanjutan, dan berpijak pada nilai budaya bangsa. Didampingi Sekretaris IAI Ar. Rendy Tambengi, ia juga menyebut bahwa kehadiran Ketua Umum IAI, Ar. Georgius Budi Yulianto, menjadi momen berharga untuk memperkaya perspektif lokal dengan wacana nasional.
Menariknya, seminar ini juga menghubungkan peran strategis instansi pemerintah. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sulut, Maurice Sabudu, ST., M.Eng, yang hadir mewakili Kepala BPBD Provinsi, menjadi bukti bahwa pemulihan pasca-bencana dan perencanaan ruang memiliki simpul temu dalam kerja arsitek dan kebijakan publik.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum turut berkontribusi lewat Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sulut. Kepala Seksi Wilayah 1, Nontje Adil, ST, bersama Kasatker Prasarana Strategis Kries Kuswara, ST, membawakan materi tentang regulasi dan pemanfaatan teknologi untuk pembangunan yang lebih adaptif dan efisien.

“Sinergi ini harus terus dijaga,” ungkap Maurice Sabudu. “Kita tidak bisa membangun masa depan hanya dari satu sektor. Harus ada harmoni antara kebijakan, desain, dan teknologi agar pembangunan benar-benar berdampak bagi masyarakat.” (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online







