Kubu Raya, TRIBRATA TV
Warga di Kampung Pematang Rambai Desa Kuala Mandor A Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mengeluhkan aroma tidak sedap di sungai yang menyebabkan mereka menderita gatal gatal.
Hal ini diduga karena tercemarnya sungai yang kini berwarna kehitaman akibat kebocoran penampungan limbah PT. Pundi Lahan Khatulistiwa (PLK) yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
Menurut warga setempat kondisi seperti ini sudah berlangsung 3 pekan lamanya. Warga sudah melaporkan ke pemerintah desa juga kepada perusahaan.
Namun menurut warga hanya ditanggapi dengan menyumbangkan tong atau drum air yang tidak dibarengi dengan pemberian air bersih.
Matlawi warga setempat mengatakan saat warga menggunakan air sungai menimbulkan gatal-gatal di kulit dan bau yang tidak sedap. “Airnya pun kotor dan hitam,” katanya, Rabu (1/9/2021).
Sudah hampir tiga pekan lamanya warga Desa Kuala Mandor A, Kampung Pematang Rambai, harus menggunakan air sungai yang tercemar itu.
Hal senada juga diungkapkan Hanafi warga Kampung Pematang Rambai.
“Alhamdulillah sekarang ini sudah dinormalisasi, cuma tanggul itu sekarang jebol sudah berjalan 3 minggu. Jadi kawan-kawan itu merasa resah dan sekitaran jalan kami juga ada pembuangan dari limbah penampungan terakhir perusahaan CPO itu yang disalurkan ke sungai. Kami merasakan bau yang tidak sedap kalau melintas jalan itu,” jelasnya.
Warga pun berharap pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan ini mengingat dampak yang disebabkan jebolnya tanggul yang sudah meresahkan mereka. (Masudy)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








