Labuhanbatu, TRIBRATA TV
Pembersihan parit isolasi Afdeling I PTPN IV Unit Perkebunan Ajamu yang berbatas langsung dengan Desa Sei Sentosa Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu, berdampak bagi warga, Sabtu (29/1/2022).
Gegara pembersihan parit isolasi ini warga mengkhawatirkan akan berdampak pada mereka bila musim penghujan tiba. Pasalnya bila musim penghujan dengan curah hujan cukup tinggi, bisa mengakibatkan banjir ke lahan warga.
Mukhtar Lubis, warga yang bersebelahan langsung dengan areal Perkebunan PTPN IV Unit Perkebunan Ajamu mengatakan sebahagian tanah parit itu longsor. Tanah pengorekan parit dibuang ke lahan PTPN IV sehingga menambah tinggi benteng yang ada.
“Sementara lahan kami datar berada di bawah. Sudah barang tentu rawan banjir,” katanya.
Sukirman, warga Dusun III Desa Sei Sentosa Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu juga membenarkan hal itu. “Air kan ngumpul disini, inikan sentral air mengalir. Akibatnya luapannya, nyebrang ke kampung. Sehingga warga desa jadi kebanjiran,” katanya.
Sementara Ari Hasibuan, pegiat sosial pemerhati pesisir Kabupaten Labuhanbatu menyesalkan tindakan perusahaan yang lamban menanggapi keluhan masyarakat.
“Ditunggu mulai jam 10 pagi sampai sore belum ada respon terkait pembersihan parit ini. Soalnya ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Efeknya sama masyarakat. Jangan nanti seolah-olah, tanahnya dinaikkan. Kita jangan kita dibenturkan dengan vendor oleh perusahaan, saya tidak mau, sementara mereka (pihak perusahaan) enak aja duduk-duduk,” katanya.
Hasil pantauan pembersihan parit yang menggunakan ekskavator diduga ada kejanggalan. Parit isolasi terlihat dikorek dan didalamkan. Sementara paret dalam areal perkebunan tidak dikorek hanya buang lumpur.
Edward Nasution, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Sei Sentosa Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu, mengaku belum ada koordinasi sama sekali dari perusahaan dengan pihaknya terkait pembersihan parit.
“Harusnya pihak perusahaan berkordinasi dulu,” katanya didampingi Khairul Azli Simanjuntak, Wakil Ketua ABPEDNAS Kabupaten Labuhanbatu, yang juga Ketua ABPEDNAS Kecamatan Panai Hulu.
“Kami berharap pihak perusahaan datang kelapangan mencari solusi. Tapi kami tunggu sampai sore seakan tidak digubris,” katanya.
Sementara, Aruan Asisten Afdeling I PTPN IV Unit Perkebunan Ajamu, belum bisa menjelaskan lebih rinci masalah pengorekan parit ini.
“Rencana parit ini diperdalam supaya lancar isolasinya. Sementara, itu yang saya bisa jawab. Keluhan warga, saya akan sampaikan ke pihak managemen,” katanya. (kholik)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









