Kehilangan 2 Orang Terkasih, Dokter Spesialis THT ini Memilih Hidup di Bawah Kolong Jembatan

- Editorial Team

Rabu, 30 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demak, TRIBRATA TV

Kisah seorang pria paruh baya bernama Hafiz yang tinggal kolong jembatan yang dibagikan kanal YouTube Sinau Hurip menyedot perhatian.

Hafiz adalah mantan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia pernah menimba ilmu hingga ke luar negeri dan hidup di Italia selama bertahun-tahun, namun kini memilih tinggal di kolong jembatan kawasan Kadilangu, Demak, Jawa Tengah, selama sembilan tahun terakhir.

“Saya dulu dokter. Saya S1-nya di UI kedokteran umum, terus saya kuliah lagi, terus nikah. Kebetulan istri saya dokter, orang Cianjur, saya ambil THT lagi waktu itu di Singapura, terus saya ke Italia. Nggak pulang-pulang di Italia 4 tahun,” ujar Hafiz.

Sehari-hari, ia banyak menghabiskan waktunya dengan beribadah di masjid hingga dini hari. Bukan karena tak punya rumah atau harta, pria asal Jember ini memilih meninggalkan pekerjaan, yayasan pendidikan, apotek, hingga kehidupannya yang dulu mapan, dan memutuskan menepi dari dunia setelah kehilangan istri dan anak semata wayangnya. Kepergian sang istri yang dicintainya menyisakan luka yang tak kunjung sembuh.

BACA JUGA  Video Gubernur Jateng Bantu Mahasiswa Sumut di Kos-kosan

Belum kering duka ditinggal sang istri, Hafiz harus berhadapan dengan kenyataan hidup lainnya saat putra semata wayangnya meninggal dunia dalam kecelakaan.


“Istri meninggal habis itu anak kuliah mau wisuda di Jerman pulang ke Indonesia belum sampai ke rumah kecelakan dan meninggal. Nah dari situ saya frustrasi,” katanya dengan nada sendu.

Kehilangan dua orang tersayang dalam waktu berdekatan membuat Hafiz merasa hampa. Ia merasa tidak lagi punya alasan untuk bertahan dalam kehidupan yang dulu ia bangun dengan penuh perjuangan. Rasa frustasi membuatnya merasa apa yang ia miliki terasa kurang, hingga memutuskan menyerahkan yayasan pendidikan yang ia kelola kepada saudara angkatnya.

BACA JUGA  Bobby Nasution Ajak Seluruh Tenaga Medis Kembalikan Citra Kesehatan

Ia sempat pergi ke Cianjur, namun nggak betah. Kemudian menghabiskan hari-hari di Singapura dengan berkumpul bersama teman dokternya, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Meski hidup jauh dari kenyamanan, Hafiz merasa lebih damai di tempatnya sekarang. Ia menyebut hidupnya lebih tenang dan bebas dari ambisi yang dulu membebani pikirannya.

Ia masih menjalani aktivitas dasar seperti makan dan bersosialisasi dengan warga sekitar. Namun kini ia lebih memilih hidup dalam kesederhanaan dan menerima keadaan yang datang padanya.

Di gubuk kecil di kolong jembatan yang dibangunnya dengan bantuan warga kini bukan sekadar tempat tinggal. Di sanalah Hafiz menemukan kembali makna hidup dalam sunyi, jauh dari hiruk-pikuk dunia, namun lebih dekat dengan dirinya sendiri.

BACA JUGA  As-SDM Kapolri Hibur Anak-anak Korban Banjir Demak di Posko Trauma Healing

“Saya sudah siapkan segalanya, saya siap. Karena Allah yang membawa saya. Apa gunanya saya salat 5 waktu, 24 jam hidup untuk-Nya, kalau saya tidak siap menghadapi mati? Inna Sholati Wanusuki Wamahyaya Wamamati Lillahi Robbil Alamin,” ujarnya lirih.

Sumber: YouTube/Sinau Hurip

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit
Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Berita Terbaru

Nasional

Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS

Rabu, 22 Jul 2026 - 06:35 WIB